"Sumber dari laman "Hello Sehat" bahwa: "Air mata adalah terapi, dan menangis adalah katarsis yang merupakan salah satu teknik untuk menyalurkan emosi yang terpendam. Meskipun menangis tidak dapat memecahkan masalah, mengubah situasi, atau mengembalikan seseorang ke dalam hidup Anda. Namun, menangis telah terbukti secara ilmiah untuk membuat Anda merasa lebih baik. Menangis adalah salah satu proses pemulihan tubuh dari tekanan emosi. Dengan menangis, senyawa kimia pemicu stres yang terbentuk selama Anda mengalami tekanan besar dapat dibilas bersih lewat air mata...!" Dan, inilah yang terjadi pada diri nabi Allah Ya'qub bin Ishak bin Ibrahim as, ketika putra kesayangannya, Yusuf as dinyatakan 'hilang" oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya, AlQuran mengisahkan: "Dan dia (Ya'qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf." Tapi mengapa karena terlalu banyak menangis itu kedua lensa mata Ya'qub berlangsung menjadi putih (katarak)... Inilah tema ayat kajian kita sekarang...!!!"
Thursday, October 7, 2021
PUTIH LENSA MATA (KATARAK) KARENA SEDIH :
"Sumber dari laman "Hello Sehat" bahwa: "Air mata adalah terapi, dan menangis adalah katarsis yang merupakan salah satu teknik untuk menyalurkan emosi yang terpendam. Meskipun menangis tidak dapat memecahkan masalah, mengubah situasi, atau mengembalikan seseorang ke dalam hidup Anda. Namun, menangis telah terbukti secara ilmiah untuk membuat Anda merasa lebih baik. Menangis adalah salah satu proses pemulihan tubuh dari tekanan emosi. Dengan menangis, senyawa kimia pemicu stres yang terbentuk selama Anda mengalami tekanan besar dapat dibilas bersih lewat air mata...!" Dan, inilah yang terjadi pada diri nabi Allah Ya'qub bin Ishak bin Ibrahim as, ketika putra kesayangannya, Yusuf as dinyatakan 'hilang" oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya, AlQuran mengisahkan: "Dan dia (Ya'qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf." Tapi mengapa karena terlalu banyak menangis itu kedua lensa mata Ya'qub berlangsung menjadi putih (katarak)... Inilah tema ayat kajian kita sekarang...!!!"
Wednesday, October 6, 2021
MINUMAN BIR PUTIH DAFTAR MENU FAVORIT SURGA :
"Surga adalah hadiah terbesar yang kita semua mendambakannya, dan Allah SWT hanya menjanjikannya kepada orang-orang yang beriman saja. Maka praktis Surga menjadi tempat elit VVIP termewah di akhirat, yang di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata dan tidak pernah didengar telinga. Adalah Allah SWT yang telah menciptakan manusia, menciptakan dunia dan menciptakan surga, maka - pasti - Dia mengetahui apa-apa yang disukai manusia. Karenanya, Allah memfasilitasi Surga dan menyiapkan di dalamnya segala kenikmatan yang dirindukan hamba-hamba yang beriman. Surga impian sebagai tempat kenikmatan abadi dan kepuasan tanpa batas bagi penghuninya, maka menu-menu makanan dan minuman yang tersedia di dalamnya pun bervariasi dan paling lezat, dan di antara daftar menu favorit di Surga adalah; madu, aneka produk susu, zanjabil (serebba), Kafuur, Juice Tasnim, Juice Salsabil dan Bir Putih. Anda haram minum bir di dunia maka nikmati bir putih surga yang super lezat...!"
*Baca: Versi Seluler
Tuesday, October 5, 2021
MEMBANDINGKAN BIDADARI SURGA DENGAN MISS UNIVERSE :
*Serie: Psikologi Warna AlQuran (10) :
Bidadari Surga vs Miss Universe
"Secantik apakah Bidadari Putih perawatan sempurna?; Kata bijak, cantik itu relatif, tiap orang mempunyai persepsi sendiri menilai kecantikan, apa yang kita lihat cantik mungkin dianggap biasa oleh orang lain. Dan - tentu - perbedaan persepsi ini membuat adanya dinamisasi dalam definisi cantik, sehingga terbentuk kesepakatan umum bahwa kecantikan itu adalah apabila terkumpul berapa kreteria tertentu, baik body, kecerdasan atau akhlak pada seorang perempuan yang membuatnya istimewa dari yang lain. Fakta bahwa cantik tidak melulu milik kulit putih, karena banyak orang mengidolakan cewek hitam manis, seperi lagu Rhoma Irama: "Hitam manis,,, Yang hitam manis,,, Pandang tak jemu,,, Paras mu cantik buah hati ku,,, Siang dan malam selalu ku rindu,,, Di waktu bulan terang cuaca,,, Ku pejam mata tapi tak lena,,, Yang hitam manis datang menjelma,,, Kenangan yang menggoda,,, Aku teringat pandang pertama..." Seperti apakah kecantikan Bidadari Surga yang kata ayat kajian mereka putih yang terawat dengan sempurna... Adakah Bidadari hitam manis...?!"
*Baca: Versi Seluler
Monday, October 4, 2021
NUANSA PUTIH DALAM ALQURAN DAN INDIKASINYA :
*Serie: Psikologi Warna AlQuran (07) :
Nuasa Putih AlQuran
"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami tampakkan buah-buahan yang berwarna-warni. Dan dari celah-celah pegunungan tercipta jalan-jalan putih, mereh dan lain-lain warnanya, bahkan ada pula yang hitam pekat." Ungkapan itu bukan kata-kata psikolog warna tapi itu adalah firman Allah. Dan itu-lah warna-warna dalam AlQuran. Warna tidak diciptakan sia-sia, tapi ia hadir menyempurnakan harmoni gerakan alam semesta dalam suara dan gambar, siang dan malam, matahari dan bulan, serta masing-masing meliki warnanya sendiri. Tiada seorang pun yang merenungkannya kecuali akan tunduk sujud kepada Allah yang maka agung. Kajian kita hari ini adalah tentang warna putih; simbol kesucian, kebersiahan, hidayah, cinta, baik, jujur dan ramah tamah tamah. Putih adalah ekspresif dan simbolisme lebih utama, ia warna kedua disebut AlQuran dan yang terbanyak."
*Baca: Versi Seluler
Sunday, October 3, 2021
KUNING API SEPERTI BARISAN UNTA PIRANG DI NERAKA :
*Serie: Inspirasi Nuansa Kehidupan Dari Warna-Warna Favorit dalam AlQuran (06) :
Kuning Api Simbol Kesengsaraan (Neraka)
"Masih bercerita tentang efek nuansa kuning, pada kajian sebelumnya nampak bahwa ayat ke 69 dari surah Al-Baqarah secara eksplisit menunjukkan pengaruh warna kuning cerah pada kebahagiaan. Dan, rahasia ini belum pernah ada yang mengungkapkannya sebelum datangnya AlQuran, maka ayat tersebut bisa disebut sebagai salah satu mukjizat sains AlQuran di dunia warna. Dalam subjek penggunaan warna kuning lainnya dalam AlQuran, Allah SWT menyebutkan satu di antara turunan warna kuning sebagai warna api neraka. Di mana Allah dalam AlQuran mengilustrasikan kobaran api neraka dengan unta yang berwarna kuning."
*Baca: Versi Seluler
Friday, October 1, 2021
KUNING CERAH MENCIPTAKAN NUANSA SPRITUAL MENENTRAM...
*Serie: Inspirasi Nuansa Kehidupan Dari Warna-Warna Favorit Dalam AlQuran (04) :
Warna Kuning Cemerlang Menyenangkan Hati
"Pada kajian sebelumnya (langsung) kita mengetahui bahwa semua ayat yang membawa nuansa warna kuning dalam AlQuran masing-masing memiliki indikasi yang berbeda-beda; dari menyenangkan hati, menyedihkan, kehancuran dan bahkan hingga menakutkan. Alasannya adalah tergantung pada efek nuansa warna yang disampaikan setiap ayat. Seperti kuning cemerlang, keemasan, kuning muda, coklat kekuningan, dan lain-lain. Dan warna kuning cerah pada surah Al-Baqarah dianggap sebagai warna yang paling favorit; ia mengilhami nuansa spritual, menentramkan jiwa, bahagia, energik dan optimis...!"
*Baca: Versi Seluler
FENOMENA WARNA DALAM ALQURAN :
Fenomena warna dalam AlQuran merupakan salah satu manifestasi dari ekspresi yang artistik, estetis, dan ornamen verbal yang dicirikan oleh gaya AlQuran yang mukjizat, di mana ia konsisten pada teks, dalam rangka menjalankan fungsi penting selain fungsi ekspresif yang dikandung dalam AlQuran. Khususnya memberi seseorang konotasi psikologis, yang memprovokasi perasaan dan emosi dan meransang pemikiran serta kontemplasi. Inilah yang menyita banyak menyibukkan para pemikir, penulis, dan seniman, maka mengilhami lahirnya karya-karya yang spektakuler di bidangnya."
*Baca: Versi Seluler
Monday, January 27, 2020
My Buku Kuning Center : DINASTI KERAJAAN SUFI MONDIAL
WILAYAH KEKUASAAN SUFI DI BUMI
By: My Buku Kuning
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ.
Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. 2: 30).
My Buku Kuning Center : DINASTI KERAJAAN SUFI MONDIAL: WILAYAH KEKUASAAN SUFI DI BUMI By: My Buku Kuning وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَ...
Wednesday, January 15, 2020
My Buku Kuning Center : IKAN NABI MUSA DI MAROKO
MARIKI-MAI :: Tour Maroko (H + 27 -- 02 Jan '20)
"ما دمت في المغرب فلا تستغرب" ... واذا رأيت الحمير تطير فان الله على كل شيء قدير
Maksudnya: "Selama kamu di Maroko maka jangan merasa aneh"...
Kalo melihat keledai terbang maka sesungguhnya Allah atas segala sesuatu Maha Kuasa (Tambahan : pen).
IKAN sebelah atau disebut juga Ikan Musa, adalah spesies ikan dalam genus Pseudorhombus atau Achiroides. Ikan ini tergolong unik karena bentuknya hanya sebelah atau separuh. Umumnya daging ikan ini dijadikan filet dan yang menjadi konsumen utamanya adalah pasaran Eropa.
My Buku Kuning Center : IKAN NABI MUSA DI MAROKO: MARIKI-MAI :: Tour Maroko (H + 27 -- 02 Jan '20) " ما دمت في المغرب فلا تستغرب" ... واذا رأيت الحمير تطير فان الل...
Friday, December 30, 2016
TOKOH DDI DRS. KH. M. AMIN HARUN, M.AG. WAFAT:
MyBukuKuning.com – Sekjen PB DDI Helmi Ali mengenang (alm) Drs. KH. M. Amin Harun, M.Ag., setelah mendapat kabar duka via sms dari bapak Karim (menantu almarhum). Kiai Amin Harun meninggal dunia pada hari Kamis, 29 Desember 2016 di Makassar - Sulawesi Selatan:
Kakanda Kiai Amin Harun, mungkin tidak begitu populer karena pembawaannya. Dia bukan type orang yang menggebu-gebu; dia relatif kalem, dan rendah hati, dia halus dan tidak menonjolkan diri. Namanya mungkin jarang disebutkan dalam pergulatan, tetapi dia adalah salah satu tokoh yang memiliki ikatan emoasional yang sangat kuat dengan Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI).
Seperti
(alm) kakanda DR. KH. MA. Rusdy Ambo Dalle, dia lahir sebagai DDI. Dia juga
mengalami jatuh bangun DDI, dan ikut secara aktif,
bergelut dalam upaya membangun (kembali) DDI, yang saya kira sangat memeras
energynya, mengoyak hatinya, dan mengaduk-aduk emosinya; namun tidak begitu
tampak karena pembawaannya. Tetapi saya tahu itu. Biasanya jika bertemu, kami
saling berbagi.
Saya mengenalnya sejak saya
kanak-kanak, kami pernah bertetangga (di Ujung Baru, Pare-Pare); ibunya sangat
dekat dengan ibu saya; ayahnya (alm) Gurutta KH. Harunarrasyid), bersahabat
kental dengan ayah saya dan keduanya menjadi bagian dari generasi pertama DDI
yang membantu al-maghfuurulahu Gurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle
meletakkan fondasi dan membangun DDI.
Kakanda Amin Harun juga adalah tokoh
NU, dan tokoh PMII di masa mudanya. Tadi (ketika mendarat di Halim, sekitar jam
21.00 WIB) saya mendapat kabar duka (melalui sms, dari Karim, menantunya),
bahwa Kakanda Kiai Amin Harun telah berpulang ke rahmatullah sekitar jam
17.30 waktu Makasar.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah mengampuni segala
dosanya, dan memberikan sebaik-baiknya tempat disisiNya. Selamat jalan kakanda,
kami berduka, tetapi kami merelakanmu. Engkau telah menggenapkan amal baktimu.Tuesday, November 15, 2016
My Buku Kuning Center : WARGA MUSLIM MENDUKUNG KEMENANGAN DONALD TRUMP:
Syarat Menjadi Presiden AS Memiliki Kasino Sendiri
By: My Buku Kuning Centre
Presiden ke-45 AS, Donald Trump dan Wapres, Mike Pence langsung menyampaikan pidato setelah mengetahui hasil penghitungan suara Pilpres AS, di Manhattan, New York, Rabu (9/11). Trump unggul cukup jauh atas pesaingnya, Hillary Clinton.
My Buku Kuning Center : WARGA MUSLIM MENDUKUNG KEMENANGAN DONALD TRUMP:: KLIK DI SINI | FORM PENDAFTARAN ONLINE SANTRI BARU 2017/2018 Syarat Menjadi Presiden AS Memiliki Kasino Sendiri By: My Buku Kunin...
By: My Buku Kuning Centre
Presiden ke-45 AS, Donald Trump dan Wapres, Mike Pence langsung menyampaikan pidato setelah mengetahui hasil penghitungan suara Pilpres AS, di Manhattan, New York, Rabu (9/11). Trump unggul cukup jauh atas pesaingnya, Hillary Clinton.
My Buku Kuning Center : WARGA MUSLIM MENDUKUNG KEMENANGAN DONALD TRUMP:: KLIK DI SINI | FORM PENDAFTARAN ONLINE SANTRI BARU 2017/2018 Syarat Menjadi Presiden AS Memiliki Kasino Sendiri By: My Buku Kunin...
Thursday, July 7, 2016
My Buku Kuning Center : ADZAN YANG MANGHARU BIRU | BILAL BIN RABAH:
Sayyidina
Bilal bin Rabah ra menjadi muazin tetap selama Rasulullah SAW hidup. Selama itu
pula baginda rasul sangat menyukai suara yang saat disiksa dengan siksaan yang
begitu berat di masa lalu, ia melantunkan kata, “Ahadun,,, Ahad,,,
(Allah Maha Esa)”.
Bilal bin Rabah ra menjadi muazin tetap selama Rasulullah SAW hidup. Selama itu
pula baginda rasul sangat menyukai suara yang saat disiksa dengan siksaan yang
begitu berat di masa lalu, ia melantunkan kata, “Ahadun,,, Ahad,,,
(Allah Maha Esa)”.
Dikisahkan! Sesaat
setelah Rasulullah SAW wafat, tiba waktu shalat dan Bilalpun bangkit untuk
mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah SAW masih terbaring di kamar
sayyidatina Aisya ra dan belum dikebumikan. Ketika Bilal sampai pada kalimat, “أَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah),
tiba-tiba suaranya terhenti…
setelah Rasulullah SAW wafat, tiba waktu shalat dan Bilalpun bangkit untuk
mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah SAW masih terbaring di kamar
sayyidatina Aisya ra dan belum dikebumikan. Ketika Bilal sampai pada kalimat, “أَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah),
tiba-tiba suaranya terhenti…
BACA SELANJUTNYA:
My Buku Kuning Center : ADZAN YANG MANGHARU BIRU | BILAL BIN RABAH:: Adzan Pertama & Terakhir Bilal bin Rabah r.a. By: My Buku Kuning Centre Sayyidina Bilal bin Rabah ra menjadi muazin tetap se...
Sunday, June 12, 2016
My Buku Kuning Center : LAILATULQADR TAHUN INI JATUH PADA MALAM SELASA 23 ...
Berdasarkan Perhitungan dan "Itsbat Ru'yatul Hilal" dibeberapa tempat di belahan dunia, maka Tahun ini (1437 H/ 2016 M), awal Ramadhan jatuh pada Malam SENIN (06/06/2016). Maka Lailatulqadr dipastika akan jatuh, Insya Allah Ta'ala, pada Malam Selasa, 23 Ramadhan 1437 H/ atau bertepatan pada tanggal 28 Juni 2016 M.
My Buku Kuning Center : LAILATULQADR TAHUN INI JATUH PADA MALAM SELASA 23 ...: Malam Lilatulqadr Malam Selesa Oleh: Med HATTA Allah Berfirman: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَ...
My Buku Kuning Center : LAILATULQADR TAHUN INI JATUH PADA MALAM SELASA 23 ...: Malam Lilatulqadr Malam Selesa Oleh: Med HATTA Allah Berfirman: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَ...
Sunday, January 24, 2016
My Buku Kuning Center : CITA-CITA BESAR DR. RUSDY DIGAPAI 5 HARI MENJELANG...
MENGENANG ANREGURUTTA DR. KH. MA RUSDY AMBO DALLE
(12/12/1948 - 21/1/2016)
Oleh: Arifin Abdullah
Adalah Anregurutta Ambo Dalle menikah dengan Hj. Andi
Marhawah (Puang Hawa) pada tahun 1942, namun perkawinan mereka belum dikaruniai
seorang buah hati kecuali setelah sekitar 6 tahun kemudian. Harapan dan
doaAnregurutta terkabul dengan lahirnya putra mahkota yang kelak akan menjadi
“passelle pasau”, meneruskan perjuangannya. Sang bayi yang dinanti-nantikan
tersebut diberi nama Muhammad Ali Rusdy, yang lahir atas berkah Allah di sebuah
rumah sederhana di Pesantren DDI Mangkoso pada tanggal 12 Desember 1948.
Marhawah (Puang Hawa) pada tahun 1942, namun perkawinan mereka belum dikaruniai
seorang buah hati kecuali setelah sekitar 6 tahun kemudian. Harapan dan
doaAnregurutta terkabul dengan lahirnya putra mahkota yang kelak akan menjadi
“passelle pasau”, meneruskan perjuangannya. Sang bayi yang dinanti-nantikan
tersebut diberi nama Muhammad Ali Rusdy, yang lahir atas berkah Allah di sebuah
rumah sederhana di Pesantren DDI Mangkoso pada tanggal 12 Desember 1948.
M. Ali Rusdy tumbuh dan besar dimasa-masa sulit, diberi
nama Ali agar memiliki karakter yang tangguh, tulus, sederhana, dan punya jiwa
sosial tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi orang banyak, “khairun nas
anfaahum linnas” seperti Ali Karramallahu Wajhah. Rusdy lahir ditahun yang sama
dengan lahirnya wadah pemersatu umat Islam Indonesia pada saat itu, Partai
Masyumi, setahun setelah berdirinya wadah pemersatu umat Islam Sulwesi yang
diberi nama “Darud Da'wah Wal-Irsyad” (DDI :1947), maka irsyad dari suku kata
bahasa Arab adalah satu akar kata dengan nama Rusdy, diharapkan semoga makna
kedua nama kembar ini senantiasa dapat mempersatukan warga DDI di seluruh tanah
air.
nama Ali agar memiliki karakter yang tangguh, tulus, sederhana, dan punya jiwa
sosial tinggi sehingga dapat bermanfaat bagi orang banyak, “khairun nas
anfaahum linnas” seperti Ali Karramallahu Wajhah. Rusdy lahir ditahun yang sama
dengan lahirnya wadah pemersatu umat Islam Indonesia pada saat itu, Partai
Masyumi, setahun setelah berdirinya wadah pemersatu umat Islam Sulwesi yang
diberi nama “Darud Da'wah Wal-Irsyad” (DDI :1947), maka irsyad dari suku kata
bahasa Arab adalah satu akar kata dengan nama Rusdy, diharapkan semoga makna
kedua nama kembar ini senantiasa dapat mempersatukan warga DDI di seluruh tanah
air.
Saat baru berumur 6 atau 7 tahun Rusdy dan puang Hawa
menyusul kehutan setelah sebelumnya mereka berdua ditinggal oleh Anregurutta di
Pare-Pare, mereka hidup dihutan kurang lebih 8 tahun (1955-1963). Maka praktis
masa kecil Rasdy dihabiskan dihutan bersama Kahar Muzakkar, dan disana-lah dia
ditempa karakternya bersama anak-anak Kahar. Oleh Puang Andi Haliyah (isteri
Kahar), Rusdy dianggapnya seperti anaknya dan tidak membeda-bedakan dengan
anak-anak kandungnya sendiri.
Andi Haliyah, isteri Kahar Muzakkar, sangat sayang kepada
Rusdy kecil, bahkan tidak jarang menemaninya tidur kalau lagi “BT” atau kangen
pulang ke rumah, dan terkadang Rusdy ditunjukinya jenis-jenis senjata dan
diajari cara memegang senjata-senjata tersebut. Itulah yang membuat DR Rusdy
pemberani dan berjiwa petualang sampai saat ini. Keluar dari hutan Beliau
tinggal di Ujung Baru (kediaman Anregurutta) di Pare-Pare. Demikian ungkap
Gurutta DR Rusdy yang selalu bersemangat menceritakan petualanganya dengan
mandiri tanpa bantuan siapa-siapa.
Rusdy kecil, bahkan tidak jarang menemaninya tidur kalau lagi “BT” atau kangen
pulang ke rumah, dan terkadang Rusdy ditunjukinya jenis-jenis senjata dan
diajari cara memegang senjata-senjata tersebut. Itulah yang membuat DR Rusdy
pemberani dan berjiwa petualang sampai saat ini. Keluar dari hutan Beliau
tinggal di Ujung Baru (kediaman Anregurutta) di Pare-Pare. Demikian ungkap
Gurutta DR Rusdy yang selalu bersemangat menceritakan petualanganya dengan
mandiri tanpa bantuan siapa-siapa.
Pendidikan formalnya dimulai di Madrasah Tsanawiyah DDI
Pare-Pare pada tahun 1963, kemudian melanjutkan ke PGA Negeri (4 tahun)
Pare-Pare dan selesai pada tahun 1969.
Pare-Pare pada tahun 1963, kemudian melanjutkan ke PGA Negeri (4 tahun)
Pare-Pare dan selesai pada tahun 1969.
Beliau pernah mengecap bangku perkuliahan di Pare-Pare,
kemudian melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada jurusan filsafat
sekitar tahun 70-an. Mendapatkan gelar sarjana pada tahun 1972 dari fakultas
Perbandingan Agama, fakultas Usuluddin DDI Pare-Pare.
kemudian melanjutkan ke IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta pada jurusan filsafat
sekitar tahun 70-an. Mendapatkan gelar sarjana pada tahun 1972 dari fakultas
Perbandingan Agama, fakultas Usuluddin DDI Pare-Pare.
Selanjutnya, hijrah menuntut ilmu ke Arab Saudi dan memilih
tinggal di Jeddah dikediaman Gurutta H. Sabir Bugis tahun 1974 sambil mengurus
masuk universitas Ummul Quraa di Makkah al-Mukarramah tetapi tidak memenuhi
persyaratan administrasi. Gurutta H.Sabir menyarankan ikut pengajian (halaqah)
di Masjid al-Haram, namun Rusdy berniat menimba ilmu di Al-Azhar dan lebih
memilih berpetualang ke beberapa negara Arab dan Eropa setelah hampir setahun
tinggal di Arab Saudi. Rusdy mengunjungi Suria, Palestina, Jordania, Libanon,
Turki, Spanyol dan berakhir di Belanda.
tinggal di Jeddah dikediaman Gurutta H. Sabir Bugis tahun 1974 sambil mengurus
masuk universitas Ummul Quraa di Makkah al-Mukarramah tetapi tidak memenuhi
persyaratan administrasi. Gurutta H.Sabir menyarankan ikut pengajian (halaqah)
di Masjid al-Haram, namun Rusdy berniat menimba ilmu di Al-Azhar dan lebih
memilih berpetualang ke beberapa negara Arab dan Eropa setelah hampir setahun
tinggal di Arab Saudi. Rusdy mengunjungi Suria, Palestina, Jordania, Libanon,
Turki, Spanyol dan berakhir di Belanda.
Rusdy kemudian hijrah ke Mesir untuk menimba ilmu di negeri
seribu menara itu pada tahun 1976, dan berhasil masuk ke Universitas al-Azhar,
Fakultas Usuluddin, JurusanAqidah & Filsafat pada bulan Juli 1976 dan
mendapat gelar sarjana pada tahun 1980. Pada saat libur musim dingin Beliau
berpetualang ke Belanda dan German untuk mencari kerja musiman karena tidak mau
bergantung bergantung kepada orang tunya yaitu Anregurutta Ambo Dalle. Bahkan
ketika pergi ke Mesir pun Beliau tidak mau memakai jatah beasiswa rutin DDI ke
Universitas Al-Azhar, Beliau lebih suka memberikan kesempatan beasiswa DDI itu
untuk anak DDI yang lain, dan sifat sosial dan kesederhanaanya ini masih
lengket pada dirinya sampai sekarang.
seribu menara itu pada tahun 1976, dan berhasil masuk ke Universitas al-Azhar,
Fakultas Usuluddin, JurusanAqidah & Filsafat pada bulan Juli 1976 dan
mendapat gelar sarjana pada tahun 1980. Pada saat libur musim dingin Beliau
berpetualang ke Belanda dan German untuk mencari kerja musiman karena tidak mau
bergantung bergantung kepada orang tunya yaitu Anregurutta Ambo Dalle. Bahkan
ketika pergi ke Mesir pun Beliau tidak mau memakai jatah beasiswa rutin DDI ke
Universitas Al-Azhar, Beliau lebih suka memberikan kesempatan beasiswa DDI itu
untuk anak DDI yang lain, dan sifat sosial dan kesederhanaanya ini masih
lengket pada dirinya sampai sekarang.
Latar belakang pendidikan dan pengalamannya di al-Azhar
membuatnya berpikiran terbuka dan berwawasan luas. Beliau bergaul dengan semua
orang Arab khususnya orang Mesir dari semua lapisan, dan melahap semua
kitab-kitab pemikir arab khusunya karya pemikir-pemikir Mesir terkenal seperti,
Muhammad Abduh (pembaharu Islam), Abbas al-Aqqad (filosof dan sastrawan), Thaha
Husain alumni Sorbon (sastrawan tuna netra dan mantan mentri pendidikan Mesir),
Abdul Halim Mahmud alumni Sorbon, Perancis (Sufi dan mantan Grand Syeikh
al-Azhar), Abdul Bahiy alumni Hamburg Germany, dan Mahmud Hamdiy Zaqazuq alumni
German (mantan dekan dan mantan menteri Auqaf Mesir) dan lain-lain.
membuatnya berpikiran terbuka dan berwawasan luas. Beliau bergaul dengan semua
orang Arab khususnya orang Mesir dari semua lapisan, dan melahap semua
kitab-kitab pemikir arab khusunya karya pemikir-pemikir Mesir terkenal seperti,
Muhammad Abduh (pembaharu Islam), Abbas al-Aqqad (filosof dan sastrawan), Thaha
Husain alumni Sorbon (sastrawan tuna netra dan mantan mentri pendidikan Mesir),
Abdul Halim Mahmud alumni Sorbon, Perancis (Sufi dan mantan Grand Syeikh
al-Azhar), Abdul Bahiy alumni Hamburg Germany, dan Mahmud Hamdiy Zaqazuq alumni
German (mantan dekan dan mantan menteri Auqaf Mesir) dan lain-lain.
Suatu ketika penulis mengajak beliau ke Islamic book fair
di Istora senayan, setelah keliling kesemua penerbit mata Beliau tertuju pada
sebuah buku dipenerbit Lentera, mampir sebentar, kata beliau. Langsung diambil
satu buku karangan Hamdiy Zaqzuq yang tidak terlalu tebal tetapi membacanya
pasti lama, sip ini dosen idola saya waktu kuliah di al-Azhar, jelas beliau.
Ohh ini juga dosen favoritku di Usuluddin al-Azhar, Zaqzuq mengajar saya
filsafat kontemporer sampai dia akhirnya menjadi menteri Auqaf, sambung
saya.Zaqzuq adalah doktor alumni al-Azhar sekaligus doktor jebolan German,
beliau menjelaskan.Menurut saya Zaqzuq adalah salah satu yang menginsipirasi
beliau kuliah ke German.Beliua menjawab; tiga ulama yang tersebut diatas yang
menginspirasi, Abdul Halim (idola Gurutta juga), Abdul Bahiydan Zaqzuq.Mereka
adalah ulama kharismatik yang semuanya menikah dengan orang Barat.
di Istora senayan, setelah keliling kesemua penerbit mata Beliau tertuju pada
sebuah buku dipenerbit Lentera, mampir sebentar, kata beliau. Langsung diambil
satu buku karangan Hamdiy Zaqzuq yang tidak terlalu tebal tetapi membacanya
pasti lama, sip ini dosen idola saya waktu kuliah di al-Azhar, jelas beliau.
Ohh ini juga dosen favoritku di Usuluddin al-Azhar, Zaqzuq mengajar saya
filsafat kontemporer sampai dia akhirnya menjadi menteri Auqaf, sambung
saya.Zaqzuq adalah doktor alumni al-Azhar sekaligus doktor jebolan German,
beliau menjelaskan.Menurut saya Zaqzuq adalah salah satu yang menginsipirasi
beliau kuliah ke German.Beliua menjawab; tiga ulama yang tersebut diatas yang
menginspirasi, Abdul Halim (idola Gurutta juga), Abdul Bahiydan Zaqzuq.Mereka
adalah ulama kharismatik yang semuanya menikah dengan orang Barat.
Pada saat Beliau melanjutkan studi ke Berlin, Germany,
wawasan dan pemikirannya semakin luas dan tercerahkan karena interaksi dengan
semua suku bangsa yang datang dari Timur dan Barat.Pengalamannya di Mesir
menjadi modal utama baginya sehingga bisa bergaul dengan orang-orang Arab yang
kuliah di German, keluwesan berpikir yang dimilikinya membuat beliau cepat
akrab dengan orang-orang Barat yang berlatar belakang agama dan ras yang
berbeda-beda. Beliau bukan hanya bersahabat dengan orang-orang muslimGerman
tetapi juga berteman dengan orang Kristen, bergaul dengan orang Yahudi dan
bahkan ateis sekalipun. Beliau telah mengunjungi hampir semua negara-negara di Eropa.
DR Rusdy sangat kental memegang prinsif al-Quran:
wawasan dan pemikirannya semakin luas dan tercerahkan karena interaksi dengan
semua suku bangsa yang datang dari Timur dan Barat.Pengalamannya di Mesir
menjadi modal utama baginya sehingga bisa bergaul dengan orang-orang Arab yang
kuliah di German, keluwesan berpikir yang dimilikinya membuat beliau cepat
akrab dengan orang-orang Barat yang berlatar belakang agama dan ras yang
berbeda-beda. Beliau bukan hanya bersahabat dengan orang-orang muslimGerman
tetapi juga berteman dengan orang Kristen, bergaul dengan orang Yahudi dan
bahkan ateis sekalipun. Beliau telah mengunjungi hampir semua negara-negara di Eropa.
DR Rusdy sangat kental memegang prinsif al-Quran:
وَجَعَلْنَاكُمْ
شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ
أَتْقَاكُمْ
شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ
أَتْقَاكُمْ
Artinya: “dan Kami menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
multi-etnik supaya kamu saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”
(QS: 49: 13) Suatu saat, Emha Ainun Najib berkunjung ke German dan kebetulan
tinggal dirumah Rusdy Ambo Dalle (akhirnya bersahabat sampai sekarang). Beliau
memperkenalkan teman-temannya yang berasal dari berbagai negara dengan latar
belakang agama dan ideology yang berbeda-beda, Kok bisa akrab dengan orang
Yahudi dan sosialis?, Emha terkagum-kagum. Karena sangat jarang orang Asia yang
bisa menembus pergaulan orang-orang Yahudi dan sosialis, lanjut Emha. Kalau
suasana dan keadaan seperti ini yang terjadi di Indonesia, toleransi dan
kerukunan umat beragama yang kita dambakan benar-benar bisa terwujud dan tidak
ada lagi perdebatan tentang hal ini. Mengabdi di Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI):
Rusdy Ambo Dalle pulang dari German pada tahun 1981, Beliau langsung kembali ke
pesantren Manahilil Ulum Addariyah DDI yang baru seumur jagung, yang didirikan
Anregurutta pada tahun 1978, untuk mengabdikan ilmu dan menyumbangkan
pengalamanya selama berpetualang diberbagai Negara Arab dan Eropa. Beliau
mengabdi selama dua tahun kemudian akhirnya kembali lagi ke German pada tahun
1983-1987 untuk melanjutkan pendidikannya.
multi-etnik supaya kamu saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”
(QS: 49: 13) Suatu saat, Emha Ainun Najib berkunjung ke German dan kebetulan
tinggal dirumah Rusdy Ambo Dalle (akhirnya bersahabat sampai sekarang). Beliau
memperkenalkan teman-temannya yang berasal dari berbagai negara dengan latar
belakang agama dan ideology yang berbeda-beda, Kok bisa akrab dengan orang
Yahudi dan sosialis?, Emha terkagum-kagum. Karena sangat jarang orang Asia yang
bisa menembus pergaulan orang-orang Yahudi dan sosialis, lanjut Emha. Kalau
suasana dan keadaan seperti ini yang terjadi di Indonesia, toleransi dan
kerukunan umat beragama yang kita dambakan benar-benar bisa terwujud dan tidak
ada lagi perdebatan tentang hal ini. Mengabdi di Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI):
Rusdy Ambo Dalle pulang dari German pada tahun 1981, Beliau langsung kembali ke
pesantren Manahilil Ulum Addariyah DDI yang baru seumur jagung, yang didirikan
Anregurutta pada tahun 1978, untuk mengabdikan ilmu dan menyumbangkan
pengalamanya selama berpetualang diberbagai Negara Arab dan Eropa. Beliau
mengabdi selama dua tahun kemudian akhirnya kembali lagi ke German pada tahun
1983-1987 untuk melanjutkan pendidikannya.
Sepulang dari German untuk kedua kalinya, beliau langsung
ke Kaballangang untuk membantu Anregurutta mengembangkan pesantren yang sudah
mulai berkembang pesat. Semangat Beliau untuk memajukan pendidikan di DDI dan
memberikan pencerahan kepada umat Islam di Sulawesi selatan, memberinya
motivesi yang sangat tinggi. Suatu peradaban akan berkembang dengan cepat jika
masyarakatnya menguasai alat komunikasi dan informasi serta bahasa peradaban
yang berkembang pada zamannya. Pada saat itu, tahun 1987, bahasa Inggeris – dan
bahasa Arab tentunya - sebagai alat interaksi dengan peradaban dan dunia
international belum menjadi perhatian yang serius di pesantren, maka beliau
berinisiatif mencari guru bahasa Inggris (volunteer) di Kedutaan Australia,
Jakarta. Beliau berangkat ke Jakarta dengan memboyong adik bungsunya H. Rasyid
Ridha untuk menimbah ilmu dan menambah pengalaman dengan mendatangi beberapa
perguruan tinggi di pulau Jawa. Tiba di Jakarta, beliau langsung mendatangi
Kedutaan Australia.
ke Kaballangang untuk membantu Anregurutta mengembangkan pesantren yang sudah
mulai berkembang pesat. Semangat Beliau untuk memajukan pendidikan di DDI dan
memberikan pencerahan kepada umat Islam di Sulawesi selatan, memberinya
motivesi yang sangat tinggi. Suatu peradaban akan berkembang dengan cepat jika
masyarakatnya menguasai alat komunikasi dan informasi serta bahasa peradaban
yang berkembang pada zamannya. Pada saat itu, tahun 1987, bahasa Inggeris – dan
bahasa Arab tentunya - sebagai alat interaksi dengan peradaban dan dunia
international belum menjadi perhatian yang serius di pesantren, maka beliau
berinisiatif mencari guru bahasa Inggris (volunteer) di Kedutaan Australia,
Jakarta. Beliau berangkat ke Jakarta dengan memboyong adik bungsunya H. Rasyid
Ridha untuk menimbah ilmu dan menambah pengalaman dengan mendatangi beberapa
perguruan tinggi di pulau Jawa. Tiba di Jakarta, beliau langsung mendatangi
Kedutaan Australia.
Setelah menyampaikan keinginannya pada pemerintah
Australia, tiba-tiba H. Halim menghubunginya dari Pare-Pare, sudah datang guru
bahasa Inggrisnya yang mau mengajar di pesantren Kaballangang, cerita Beliau.
Australia, tiba-tiba H. Halim menghubunginya dari Pare-Pare, sudah datang guru
bahasa Inggrisnya yang mau mengajar di pesantren Kaballangang, cerita Beliau.
Saat pulang ke Kaballangang, Beliau langsung menemui
Volunteer yang sudah lama diharapkan kedatangannya untuk mewujudkan cita-cita
pembagunan pesantren yang berkualitas, inilah awal dimulainya hubungan tali
persaudaraan antara Rusdy Ambo Dalle dengan orang Australia: I’m Rusdy son of
Gurutta, Nice to meet you, sapa Rusdy. Robert, Nice to meet you too, you are
like my brother, jawab Mr. Robert J. Kingham. we are brothers, timpal Rusdy.
I’m really very enjoy living here, jawab Mr.Robert lagi yang saat itu belum
bisa berbahasa Indonesia. Hubungan persaudraan ini berlanjut hingga kini karena
Gurutta memang sudah mengangkat Mr. Robert sebagai “anak” sendiri.Mr. Robert
mengabdi di pesantren sampai tahun 1989.Dan meninggalkan Kaballangang setelah
berhasil mencetak guru-guru bahasa Inggris yang berkualitas, seperti Ahmad
saad.
Volunteer yang sudah lama diharapkan kedatangannya untuk mewujudkan cita-cita
pembagunan pesantren yang berkualitas, inilah awal dimulainya hubungan tali
persaudaraan antara Rusdy Ambo Dalle dengan orang Australia: I’m Rusdy son of
Gurutta, Nice to meet you, sapa Rusdy. Robert, Nice to meet you too, you are
like my brother, jawab Mr. Robert J. Kingham. we are brothers, timpal Rusdy.
I’m really very enjoy living here, jawab Mr.Robert lagi yang saat itu belum
bisa berbahasa Indonesia. Hubungan persaudraan ini berlanjut hingga kini karena
Gurutta memang sudah mengangkat Mr. Robert sebagai “anak” sendiri.Mr. Robert
mengabdi di pesantren sampai tahun 1989.Dan meninggalkan Kaballangang setelah
berhasil mencetak guru-guru bahasa Inggris yang berkualitas, seperti Ahmad
saad.
Pada tahun 1990, Rusdy dihubungi oleh sahabat lamanya yang
Beliau anggap melebihi saudaranya sendiri dalam hal keakraban dan chemistry,
orang jerman menyebutnya “beste frendeu”. Sahabatnya ini bernama Amris Hasan,
putera mantan Mendikbud Fuad Hasan yang dikenalnya sejak tahun 1971 –saat
kuliah di jakarta-, persahabatannya semakin akrab saat Fuad Hasan menjadi Dubes
di Kairo pada tahun 1976, bahkan Rusdy mengajak Amris ke Belanda pada tahun
1977. Akhirnya keduanya berpisah pada tahun 1981, karena Rusdy kuliah di Jerman
dan Amris Kuliah di Inggris.
Beliau anggap melebihi saudaranya sendiri dalam hal keakraban dan chemistry,
orang jerman menyebutnya “beste frendeu”. Sahabatnya ini bernama Amris Hasan,
putera mantan Mendikbud Fuad Hasan yang dikenalnya sejak tahun 1971 –saat
kuliah di jakarta-, persahabatannya semakin akrab saat Fuad Hasan menjadi Dubes
di Kairo pada tahun 1976, bahkan Rusdy mengajak Amris ke Belanda pada tahun
1977. Akhirnya keduanya berpisah pada tahun 1981, karena Rusdy kuliah di Jerman
dan Amris Kuliah di Inggris.
Bagaimana kalau kita membentuk ‘Islamic cultural centre’?
ajak Amris. Rusdy yang punya semangat tinggi untuk memajukan peradaban di
Indonesia tidak bisa menolaknya, OK kita ketemu di Bali, Rusdy menyanggupi.
Pada saat itulah Beliau mulai meninggalkan Kaballangang, disamping karena
semangatnya ingin berbuat lebih besar, beliau juga kecewa dan sedih atas
kepergian Mr. Robert yang dianggapnya sebagai saudara dan partner untuk memajukan
DDI serta menjadikan pesantren Kaballangang sebagai lembaga pendidikan modern.
Beliau tinggal di Bali sampai pada tahun 1998 dengan mengelola hotel milik
Amris Hasan. Berkiprah Di Dunia Politik dan Mendirikan Partai: Kiprahnya di DPR
RI: Amris Hasan yang lebih dulu masuk ke politik praktis di bawah bendera PDIP
menawarkan Rusdy untuk bergabung. Beliau mulai aktif di PDIP 1999, menjadi
anggota DPR RI dan duduk di komisi X yang membidangi urusan pendidikan, sosial
dan Agama pada tahun 2002 dengan menggantikan posisi Sophan Sofyan. Saat duduk
di DPR, daya kritisnya tidak pernah berubah apalagi surut, beliau sering kali
mengkritisi menteri-menteri yang kurang bijak mengelola kementeriannya,
terutama kementerian Agama yang mengurusi masalah haji.
ajak Amris. Rusdy yang punya semangat tinggi untuk memajukan peradaban di
Indonesia tidak bisa menolaknya, OK kita ketemu di Bali, Rusdy menyanggupi.
Pada saat itulah Beliau mulai meninggalkan Kaballangang, disamping karena
semangatnya ingin berbuat lebih besar, beliau juga kecewa dan sedih atas
kepergian Mr. Robert yang dianggapnya sebagai saudara dan partner untuk memajukan
DDI serta menjadikan pesantren Kaballangang sebagai lembaga pendidikan modern.
Beliau tinggal di Bali sampai pada tahun 1998 dengan mengelola hotel milik
Amris Hasan. Berkiprah Di Dunia Politik dan Mendirikan Partai: Kiprahnya di DPR
RI: Amris Hasan yang lebih dulu masuk ke politik praktis di bawah bendera PDIP
menawarkan Rusdy untuk bergabung. Beliau mulai aktif di PDIP 1999, menjadi
anggota DPR RI dan duduk di komisi X yang membidangi urusan pendidikan, sosial
dan Agama pada tahun 2002 dengan menggantikan posisi Sophan Sofyan. Saat duduk
di DPR, daya kritisnya tidak pernah berubah apalagi surut, beliau sering kali
mengkritisi menteri-menteri yang kurang bijak mengelola kementeriannya,
terutama kementerian Agama yang mengurusi masalah haji.
Pernah suatu waktu ada acara Rapat Dengar Pendapat (RDP)
dengan kementerian agama, Beliau mengusulkan supaya biaya haji diturunkan.
Tidak bisa pak, karena komponen biaya haji seperti akomodasi, catering,
transportasi dll pada naik, jawab pihak kemenag. Begini pak, biaya pesawat bisa
diturunkan, karena jarak antara Jakarta dengan Jeddah lebih dekat daripada
jarak antara Jakarta dengan Negara-negara Eropa, kenapa biaya pesawat ke Eropa
bisa lebih murah daripada ke Jeddah?, dan pesawat ke Eropa pasti pelayanannya lebih
bagus dan makanannya lebih mewah karena ada wine, sedangkan Jemaah kita hanya
disuguhi nasi goreng dengan minuman mineral atau teh botol, Tanya Rusdy dengan
nada kritik. Pihak kemenag diam lalu saling bisik, akhirnya Kemenag sepakat
biaya haji turun $ 1 US pada tahun itu, semua anggota dewan ketawa.
dengan kementerian agama, Beliau mengusulkan supaya biaya haji diturunkan.
Tidak bisa pak, karena komponen biaya haji seperti akomodasi, catering,
transportasi dll pada naik, jawab pihak kemenag. Begini pak, biaya pesawat bisa
diturunkan, karena jarak antara Jakarta dengan Jeddah lebih dekat daripada
jarak antara Jakarta dengan Negara-negara Eropa, kenapa biaya pesawat ke Eropa
bisa lebih murah daripada ke Jeddah?, dan pesawat ke Eropa pasti pelayanannya lebih
bagus dan makanannya lebih mewah karena ada wine, sedangkan Jemaah kita hanya
disuguhi nasi goreng dengan minuman mineral atau teh botol, Tanya Rusdy dengan
nada kritik. Pihak kemenag diam lalu saling bisik, akhirnya Kemenag sepakat
biaya haji turun $ 1 US pada tahun itu, semua anggota dewan ketawa.
Sosok anggota dewan yang bersahaja dan jujur ini suatu
waktu penulis temui di ruangannya di DPR RI, kami diskusi tentang prilaku
anggota dewan, terutama masalah korupsi dan kehidupan glamour anggota dewan. kalau
ada anggota dewan yang hidupnya mewah tapi bukan latar belakang pengusaha atau
bukan keturunan pengusaha terkenal - apalagi kalau baru jadi anggota dewan -
punya rumah mewah dan mobil mewah, tidak perlu KPK yang memeriksa, cukup
masyarakat biasa yang menelusuri kekayaannya dan menanyakan pajak tahunan yang
dia bayar, sudah bisa dipastikan orangnya “bersih” atau tidak. Mungkin ini yang
disebut ‘pembuktian terbalik’ dalam istilah hukum, terang beliau dengan
membandingkan sistem di negara-negara Barat.
waktu penulis temui di ruangannya di DPR RI, kami diskusi tentang prilaku
anggota dewan, terutama masalah korupsi dan kehidupan glamour anggota dewan. kalau
ada anggota dewan yang hidupnya mewah tapi bukan latar belakang pengusaha atau
bukan keturunan pengusaha terkenal - apalagi kalau baru jadi anggota dewan -
punya rumah mewah dan mobil mewah, tidak perlu KPK yang memeriksa, cukup
masyarakat biasa yang menelusuri kekayaannya dan menanyakan pajak tahunan yang
dia bayar, sudah bisa dipastikan orangnya “bersih” atau tidak. Mungkin ini yang
disebut ‘pembuktian terbalik’ dalam istilah hukum, terang beliau dengan
membandingkan sistem di negara-negara Barat.
Tiba saatnya pulang, kami dijemput mobil yang paling
“antik” dari semua kendaraan yang berjejer disekeliling gedung DPR RI, mereknya
Suzuki Carry keluaran tahun 80-an, kontras dengan kendaraan para anggota dewan
dari berbagai merek buatan eropa yang diparkir depan gedung DPR bak pameran
mobil mewah dan tercanggi yang dipamerkan di Mall yang ditawarkan oleh SPG
cantik. Ayo naik, beliau mempersilahkan. Penulis heran - sebaimana semua orang
yang melihatnya terheran - kaget becampur rasa bangga serta terharu saat naik.
Kaget karena tidak percaya ada anggota DPR RI yang naik mobil seperti itu,
bangga karena beliau adalah salah satu sosok anggota dewan yang memegang
prinsip “taro ada taro gau” (sinkronisasi perkataan dengan perbuatan), sesuai
cerita dan fakta di atas. Terharu saat terbayang wajah Anregurutta yang
terpancar pada wajah putranya yang bersih dan bercahaya pertanda orang yang
melihatnya sosok ini adalah orang yang jujur, bersih dan sederhana. Harapan
kita semua, alumni DDI terutama yang aktif di bidang politik menjadikan Beliau
sebagai teladan.
“antik” dari semua kendaraan yang berjejer disekeliling gedung DPR RI, mereknya
Suzuki Carry keluaran tahun 80-an, kontras dengan kendaraan para anggota dewan
dari berbagai merek buatan eropa yang diparkir depan gedung DPR bak pameran
mobil mewah dan tercanggi yang dipamerkan di Mall yang ditawarkan oleh SPG
cantik. Ayo naik, beliau mempersilahkan. Penulis heran - sebaimana semua orang
yang melihatnya terheran - kaget becampur rasa bangga serta terharu saat naik.
Kaget karena tidak percaya ada anggota DPR RI yang naik mobil seperti itu,
bangga karena beliau adalah salah satu sosok anggota dewan yang memegang
prinsip “taro ada taro gau” (sinkronisasi perkataan dengan perbuatan), sesuai
cerita dan fakta di atas. Terharu saat terbayang wajah Anregurutta yang
terpancar pada wajah putranya yang bersih dan bercahaya pertanda orang yang
melihatnya sosok ini adalah orang yang jujur, bersih dan sederhana. Harapan
kita semua, alumni DDI terutama yang aktif di bidang politik menjadikan Beliau
sebagai teladan.
Dalam perjalanan pulang, penulis menanyakan tentang studi
banding yang rutin dilakukan anggota DPR. Studi banding perlu asalkan anggota
dewannya harus yang kompeten dan persoalan yang dikaji memang sangat dibutuhkan
rakyat, jawab beliau. Pernah suatu waktu beliau kunjungan kerja (studi banding)
ke negara-negara Muslim yang terkenal pelayanan hajinya bagus dan professional.
Setibanya di Iran, dan ketemu anggota parlemen Iran. Beliau yang banyak
menanyakan sistem dan managmen haji di Iran, karena yang lain tidak ada yang
lancar bahasa Arab, ditengah perbincangan yang serius dengan anggota dewan
Iran, para anggota DPR RI dari fraksi Islam meminta Beliau menanyakan harga
kambing (dam dan qurban) bagi jema’ah Iran, sangat memalukan masa anggota dewan
mau nanya masalah kambing, kenang beliau dengan nada jengkel. Semoga pengalaman
ini bisa menjadi introspeksi diri dan teladan bagi pejabat serta calon pemimpin
masa depan bangsa.
banding yang rutin dilakukan anggota DPR. Studi banding perlu asalkan anggota
dewannya harus yang kompeten dan persoalan yang dikaji memang sangat dibutuhkan
rakyat, jawab beliau. Pernah suatu waktu beliau kunjungan kerja (studi banding)
ke negara-negara Muslim yang terkenal pelayanan hajinya bagus dan professional.
Setibanya di Iran, dan ketemu anggota parlemen Iran. Beliau yang banyak
menanyakan sistem dan managmen haji di Iran, karena yang lain tidak ada yang
lancar bahasa Arab, ditengah perbincangan yang serius dengan anggota dewan
Iran, para anggota DPR RI dari fraksi Islam meminta Beliau menanyakan harga
kambing (dam dan qurban) bagi jema’ah Iran, sangat memalukan masa anggota dewan
mau nanya masalah kambing, kenang beliau dengan nada jengkel. Semoga pengalaman
ini bisa menjadi introspeksi diri dan teladan bagi pejabat serta calon pemimpin
masa depan bangsa.
Mendirikan partai Bersama teman-temannya dari PDIP yang
berjiwa pembaharu berkumpul dan sepakat membentuk suatu pergerakan yang
kemudian mereka sebut dengan nama“Gerakan Pembaruan”. Gerakan ini bertujuan
melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PDIP. Gerakan ini pada akhirnya
bermetamorfosis menjadi partai politik yang dideklarasikan pada sarasehan
nasional tahun 2005 dengan nama Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).
berjiwa pembaharu berkumpul dan sepakat membentuk suatu pergerakan yang
kemudian mereka sebut dengan nama“Gerakan Pembaruan”. Gerakan ini bertujuan
melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh PDIP. Gerakan ini pada akhirnya
bermetamorfosis menjadi partai politik yang dideklarasikan pada sarasehan
nasional tahun 2005 dengan nama Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).
PDP dengan ideologi pancasila 1 Juni 1995 bertujuan
mereformasi partai politik di Indonesia. Berikut pidato pak Laksamana tentang
gagasan pembaruan Parpol: Sekarang bandul kekuasaan di negeri ini berada di
Parpol di mana sebelumnya pada masa orba DPR hanya tukang stempel, karena
melalui pemilu rakyat harus memilih wakilnya untuk duduk di DPR setelah parpol
menyeleksi calegnya, setelah anggota dewan terpilih parpol yang mengawasi dan
mengaturnya. Kemudian DPR -sebagai perpanjangan tangan parpo- yang berhak
memilih dan menentukan semua kepala lembaga tinggi Negara yang akan menentukan
nasib rakyat banyak, seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY),
Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK), Hakim Agung, Komnas HAM, Kapolri, kepala TNI, Dubes.
Bahkan mayoritas menteri diusulkan oleh ParPol.
mereformasi partai politik di Indonesia. Berikut pidato pak Laksamana tentang
gagasan pembaruan Parpol: Sekarang bandul kekuasaan di negeri ini berada di
Parpol di mana sebelumnya pada masa orba DPR hanya tukang stempel, karena
melalui pemilu rakyat harus memilih wakilnya untuk duduk di DPR setelah parpol
menyeleksi calegnya, setelah anggota dewan terpilih parpol yang mengawasi dan
mengaturnya. Kemudian DPR -sebagai perpanjangan tangan parpo- yang berhak
memilih dan menentukan semua kepala lembaga tinggi Negara yang akan menentukan
nasib rakyat banyak, seperti Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY),
Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK), Hakim Agung, Komnas HAM, Kapolri, kepala TNI, Dubes.
Bahkan mayoritas menteri diusulkan oleh ParPol.
Maka satu-satunya jalan untuk mereformasi total negeri ini
adalah pembaharuan Parpol. Karena selama parpolnya belum steril dari
kepentingan pribadi selama itu pula pemimpin lembaga Negara tidak bisa steril
dari kepentingan pribadi, ibarat sungai kalau dihulunya tercemar sudah pasti
dihilirnya tercemar pula. H. Abdul Madjid adalah tokoh senior yang dikaguminya
di dalam gerakan ini, karena kesederhanaan dan semangat perjuangannnya untuk
melakukan pembaruan.
adalah pembaharuan Parpol. Karena selama parpolnya belum steril dari
kepentingan pribadi selama itu pula pemimpin lembaga Negara tidak bisa steril
dari kepentingan pribadi, ibarat sungai kalau dihulunya tercemar sudah pasti
dihilirnya tercemar pula. H. Abdul Madjid adalah tokoh senior yang dikaguminya
di dalam gerakan ini, karena kesederhanaan dan semangat perjuangannnya untuk
melakukan pembaruan.
Ir. H. Laksamana diangkat menjadi Koordinator pimpinan
partai bersama dengan 30 orang teman seperjuangannya. DR Rusdy termasuk dalam
pimpinan partai dan ditunjuk sebagai ketua hubungan antar lembaga Negara dan
luar negeri. Pak Laks (panggilan akrab Laksamana) adalah salah satu teman
diskusinya di partai ini karena kesamaan ideologi dan jiwa pembaharu yang
mereka miliki, bahkan pak Laks dengan suka rela mencetak buku “Anregurutta Ambo
Dalle: Maha Guru Dari Bumi Bugis” dengan dana dari koceknya sendiri karena
kekagumannya pada Sang Maha Guru Pembaharu.
partai bersama dengan 30 orang teman seperjuangannya. DR Rusdy termasuk dalam
pimpinan partai dan ditunjuk sebagai ketua hubungan antar lembaga Negara dan
luar negeri. Pak Laks (panggilan akrab Laksamana) adalah salah satu teman
diskusinya di partai ini karena kesamaan ideologi dan jiwa pembaharu yang
mereka miliki, bahkan pak Laks dengan suka rela mencetak buku “Anregurutta Ambo
Dalle: Maha Guru Dari Bumi Bugis” dengan dana dari koceknya sendiri karena
kekagumannya pada Sang Maha Guru Pembaharu.
Kenapa partai ini tidak dipilih oleh rakyat sehingga tidak
lolos PT (parlemen threshold)? Tanya penulis. Memang masih sulit parpol seperi
ini eksis di Negara yang demokrasinya masih seperti bayi merangkak,
demokrasinya masih semu karena suara rakyat bisa dibeli dengan uang secara
kasat mata. Rakyatnya rata-rata masih dibawah garis kemiskinan yang belum melek
politik, calegnya masih banyak yang belum punya ideologi yang jelas mereka
hanya mengandalkan popularitas plus uang sehingga rakyat yang kurang pendidikan
politik gampang dibuai. Belum lagi adanya konflik ideologi di dalam partai, ada
kelompok pragmatis dan ada kelompok idealis, Pak Rusdy menjelaskan. Tapi kenapa
pihak oportunis dan pragmatis yang menang dan diakui pemerintah? Tanyaku
penasaran. Ya, mungkin mereka ada transaksi politik dengan parpol penguasa
jawabnya santai. Partai ini tidak lolos verifikasi faktual di KPU, sambung
penulis. Baguslah… daripada nanti dijadikan alat transaksi politik dengan
partai pemenang pemilu yang akan datang, lanjutnya. Inilah potret sebuah bangsa
yang belum matang berdemokrasi, kelompok idealis yang punya nurani bisa
terkalahkan oleh pihak oprtunis dan pragmatis. Berkiprah di LAPIS: Mr. Robert
sudah lama mengajak bergabung di LAPIS yang didirikannya pada tahun 2004,
tetapi DR Rusdy baru bergabung pada tahun 2005 karena alasan belum punya waktu.
Oleh Lapis beliau dijadikan sebagai Advisory board bersama dengan temannya
Prof.Dr. Zamakhsyary Dhofier pakar pesantren dan penulis buku “Tradisi
Pesantren”, buku ini menjadi referensi bagi setiap peneliti tentang
kepesantrenan.
lolos PT (parlemen threshold)? Tanya penulis. Memang masih sulit parpol seperi
ini eksis di Negara yang demokrasinya masih seperti bayi merangkak,
demokrasinya masih semu karena suara rakyat bisa dibeli dengan uang secara
kasat mata. Rakyatnya rata-rata masih dibawah garis kemiskinan yang belum melek
politik, calegnya masih banyak yang belum punya ideologi yang jelas mereka
hanya mengandalkan popularitas plus uang sehingga rakyat yang kurang pendidikan
politik gampang dibuai. Belum lagi adanya konflik ideologi di dalam partai, ada
kelompok pragmatis dan ada kelompok idealis, Pak Rusdy menjelaskan. Tapi kenapa
pihak oportunis dan pragmatis yang menang dan diakui pemerintah? Tanyaku
penasaran. Ya, mungkin mereka ada transaksi politik dengan parpol penguasa
jawabnya santai. Partai ini tidak lolos verifikasi faktual di KPU, sambung
penulis. Baguslah… daripada nanti dijadikan alat transaksi politik dengan
partai pemenang pemilu yang akan datang, lanjutnya. Inilah potret sebuah bangsa
yang belum matang berdemokrasi, kelompok idealis yang punya nurani bisa
terkalahkan oleh pihak oprtunis dan pragmatis. Berkiprah di LAPIS: Mr. Robert
sudah lama mengajak bergabung di LAPIS yang didirikannya pada tahun 2004,
tetapi DR Rusdy baru bergabung pada tahun 2005 karena alasan belum punya waktu.
Oleh Lapis beliau dijadikan sebagai Advisory board bersama dengan temannya
Prof.Dr. Zamakhsyary Dhofier pakar pesantren dan penulis buku “Tradisi
Pesantren”, buku ini menjadi referensi bagi setiap peneliti tentang
kepesantrenan.
Beliau sangat senang bisa bekerja sama lagi dengan
saudaranya Mr. Robert dalam satu wadah yang mengurusi masalah pendidikan kaum
mustad’afin atau kaum dhuafa. Lapis berada dibawah naungan kedutaan Australia
yang menangani madrasah diseluruh pelosok tanah air untuk membantu
mengembangkan madrasah-madrasah yang bernaung dibawah Depag tapi tidak pernah
mendapat perhatian yang serius dari pemerintah dan punya potensi untuk
berkembang. Lapis memprioritaskan pembangunan madrasah dari segi pengembangan
SDM, Lapis juga membantu melakukan “bedah madrasah” dengan merenovasi toilet
dan perpustakaan sekolah.
saudaranya Mr. Robert dalam satu wadah yang mengurusi masalah pendidikan kaum
mustad’afin atau kaum dhuafa. Lapis berada dibawah naungan kedutaan Australia
yang menangani madrasah diseluruh pelosok tanah air untuk membantu
mengembangkan madrasah-madrasah yang bernaung dibawah Depag tapi tidak pernah
mendapat perhatian yang serius dari pemerintah dan punya potensi untuk
berkembang. Lapis memprioritaskan pembangunan madrasah dari segi pengembangan
SDM, Lapis juga membantu melakukan “bedah madrasah” dengan merenovasi toilet
dan perpustakaan sekolah.
Beliau seringkali mengunjungi madrasah di daerah terpencil
yang sangat kumuh, tidak terurus dan minim fasilitas karena tidak ada perhatian
dari pemerintah.Madrasah itu mirip dengan sekolah yang digambarkan oleh Andrea
Hirata dalam bukunya “Lascar Pelangi”.
yang sangat kumuh, tidak terurus dan minim fasilitas karena tidak ada perhatian
dari pemerintah.Madrasah itu mirip dengan sekolah yang digambarkan oleh Andrea
Hirata dalam bukunya “Lascar Pelangi”.
Disela-sela kesibukannya di Lapis, beliau sering diundang
oleh pengurus DDI di daerah. Pada tahun 2010 penulis menemani beliau safari
ramadhan ke Kalimantan selatan atas undangan pengurus DDI Batu Licin.Pada bulan
puasa tahun 2012 Beliau juga ke Papua atas undangan pengurus DDI
disana.Uniknya, ada madrasah DDI di papua yang ternyata muridnya mayoritas
beragama non Muslim, jelas pengurus dan guru DDI tersebut. Biarkan saja memeluk
agamanya sendiri, jangan dipaksa masuk Islam, lebih bagus kalau mereka memeluk
Islam dengan suka rela, nasehat DR Rusdy kepada guru dan pengurus DDI disana.
Mendirikann Pesantren: Bapak Soekarjo mantan koleganya di DPR RI mengutarakan
niatnya kepada DR Rusdy untuk membangun sebuah pesantren yang berkualitas,
memiliki sarana prasarana yang baik, serta fasilitas yang lengkap yang
diharapkan bisa menghasilkan manusia Indonesia unggul. Rencananya pesantren ini
akan menerima santri dari berbagai daerah di Indonesia dengan biaya pendidikan
yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakt, bahkan pemberian beasiswa bagi
santri berprestasi.
oleh pengurus DDI di daerah. Pada tahun 2010 penulis menemani beliau safari
ramadhan ke Kalimantan selatan atas undangan pengurus DDI Batu Licin.Pada bulan
puasa tahun 2012 Beliau juga ke Papua atas undangan pengurus DDI
disana.Uniknya, ada madrasah DDI di papua yang ternyata muridnya mayoritas
beragama non Muslim, jelas pengurus dan guru DDI tersebut. Biarkan saja memeluk
agamanya sendiri, jangan dipaksa masuk Islam, lebih bagus kalau mereka memeluk
Islam dengan suka rela, nasehat DR Rusdy kepada guru dan pengurus DDI disana.
Mendirikann Pesantren: Bapak Soekarjo mantan koleganya di DPR RI mengutarakan
niatnya kepada DR Rusdy untuk membangun sebuah pesantren yang berkualitas,
memiliki sarana prasarana yang baik, serta fasilitas yang lengkap yang
diharapkan bisa menghasilkan manusia Indonesia unggul. Rencananya pesantren ini
akan menerima santri dari berbagai daerah di Indonesia dengan biaya pendidikan
yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakt, bahkan pemberian beasiswa bagi
santri berprestasi.
Lokasi pesantren ini terletak di Jonggol, sebuah desa yang
tak jauh dari puncak Bogor.Jonggol dipersiapkan oleh pemerintah orde baru untuk
menjadi pusat pemerintahan, namun soeharto lengser akhirnya rencana itu belum
terlaksana. Pensantren yang berada diatas bukit ini diberi nama“Bina Ummah”
agar kelak menjadi pusat pembinaan bibit-bibit unggul generasi ummat yang akan datang.
DR Rusdy bahkan sudah meminta sahabatnya dari Lapis Prof Zam (panggilan akrab
Zamakhsyary) untuk bergabung. Prof Nasruddin (wamenag) juga sudah mengunjungi
pesantren ini.
tak jauh dari puncak Bogor.Jonggol dipersiapkan oleh pemerintah orde baru untuk
menjadi pusat pemerintahan, namun soeharto lengser akhirnya rencana itu belum
terlaksana. Pensantren yang berada diatas bukit ini diberi nama“Bina Ummah”
agar kelak menjadi pusat pembinaan bibit-bibit unggul generasi ummat yang akan datang.
DR Rusdy bahkan sudah meminta sahabatnya dari Lapis Prof Zam (panggilan akrab
Zamakhsyary) untuk bergabung. Prof Nasruddin (wamenag) juga sudah mengunjungi
pesantren ini.
Kini, di tengah pesantren telah berdiri sebuah masjid,
ruang belajar dan asrama.Pesantren ini belum menerima pendaftaran santri karena
belum disepakati satu model dan system pesantren yang ideal. Sebelumnya
pesantren ini akan bekerja sama dengan IPB bogor, namun belum terlaksana karena
alasan teknis. Pak Karjo (panggilan Soekarjo) berharap agar Pak Rusdy yang akan
membina pondok ini jika sudah diresmikan kelak.
ruang belajar dan asrama.Pesantren ini belum menerima pendaftaran santri karena
belum disepakati satu model dan system pesantren yang ideal. Sebelumnya
pesantren ini akan bekerja sama dengan IPB bogor, namun belum terlaksana karena
alasan teknis. Pak Karjo (panggilan Soekarjo) berharap agar Pak Rusdy yang akan
membina pondok ini jika sudah diresmikan kelak.
Mendirikan Yayasan: Lapis
Lit-tarbiyah merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan,
sosial dan budaya yang dibentuk pada tahun 2011 lalu. Rencananya akan bekerja
sama pemerintah Australia untuk pembinaan madrasah. Jika ‘Ambo Dalle Centre’
sudah terbentuk, salah satu alternatif menempatkannya dibawah yayasan ini.
Lit-tarbiyah merupakan sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan,
sosial dan budaya yang dibentuk pada tahun 2011 lalu. Rencananya akan bekerja
sama pemerintah Australia untuk pembinaan madrasah. Jika ‘Ambo Dalle Centre’
sudah terbentuk, salah satu alternatif menempatkannya dibawah yayasan ini.
DR
Rusdy dan Visi-nya Ke depan: Rusdy Ambo Dalle bak seorang putri. Beliau dilamar
oleh beberapa partai untuk bergabung dan menjadi anggota dewan di tahun 2014,
hingga kini ada lima partai yang lolos verifikasi faktual yang terpikat
padanya. Gurutta Rusdy ibarat putra mahkota yang diharapkan oleh banyak pihak
untuk memimpin organisasi dan membina pesantren serta menjadi wakil rakyat.
Rusdy dan Visi-nya Ke depan: Rusdy Ambo Dalle bak seorang putri. Beliau dilamar
oleh beberapa partai untuk bergabung dan menjadi anggota dewan di tahun 2014,
hingga kini ada lima partai yang lolos verifikasi faktual yang terpikat
padanya. Gurutta Rusdy ibarat putra mahkota yang diharapkan oleh banyak pihak
untuk memimpin organisasi dan membina pesantren serta menjadi wakil rakyat.
Apa
langkah beliau kedepan? Dinamika dan benih-benih perpecahan yang terjadi dalam
tubuh DDI sudah lama dirasakan, namun Gurutta (Allahu Yarhamh) sanggup
mempersatukan semua elemen DDI, Gurutta meninggalkan pesan yang tersirat dengan
memberi nama sebuah pesantren DDI yang terakhir berdiri diakhir hayatnya;
Ma’had Ittihadul Usrah Wal-Jamaah.
langkah beliau kedepan? Dinamika dan benih-benih perpecahan yang terjadi dalam
tubuh DDI sudah lama dirasakan, namun Gurutta (Allahu Yarhamh) sanggup
mempersatukan semua elemen DDI, Gurutta meninggalkan pesan yang tersirat dengan
memberi nama sebuah pesantren DDI yang terakhir berdiri diakhir hayatnya;
Ma’had Ittihadul Usrah Wal-Jamaah.
Cita-cita besarnya yang belum terwujud;
MEMPERSATUKAN DDI: Prinsip yang selalu diucapkannya; Sekali hidup, harus
bermakna. Pesan yang sering diungkapkannya; Kebutuhan manusia (needs) hanya
sedikit dan terbatas, yang banyak dan tak terbatas adalah keinginan
(wants).Wallahu a’lam.
MEMPERSATUKAN DDI: Prinsip yang selalu diucapkannya; Sekali hidup, harus
bermakna. Pesan yang sering diungkapkannya; Kebutuhan manusia (needs) hanya
sedikit dan terbatas, yang banyak dan tak terbatas adalah keinginan
(wants).Wallahu a’lam.
Sumber : My Buku Kuning: guruttaambodalle.blogspot.co.id
NOTE: Setelah sukses menggapai cita-cita besarnya
MEMPERSATUKAN DDI secara resmi, dan disaksikan oleh: Wakil Presiden RI
M. Yusuf Kalla, Gubernur dan Wagub SULSEL, serta seluruh warga DDI dari
berbagai daerah penjuru tanah air, di Asrama Haji Sudiang-Makassar pada
Hari Sabtu, 16 Januari 2016 (5 hari lalu), Dr. KH. MA Rusdy Ambo Dalle
menghembuskan nafas terakhir dengan tenang di rumahnya (Jakarta) pada
hari Kamis, 21 Januari 2016, pada dinihari pukul 01.30 WIB. Dan
jenazahnya dimakamkan hari itu juga, ba'da Isya di PP. DDI Ujung
Lare-Parepare (bersebelahan dengan ibundanya yang tercinta).
MEMPERSATUKAN DDI secara resmi, dan disaksikan oleh: Wakil Presiden RI
M. Yusuf Kalla, Gubernur dan Wagub SULSEL, serta seluruh warga DDI dari
berbagai daerah penjuru tanah air, di Asrama Haji Sudiang-Makassar pada
Hari Sabtu, 16 Januari 2016 (5 hari lalu), Dr. KH. MA Rusdy Ambo Dalle
menghembuskan nafas terakhir dengan tenang di rumahnya (Jakarta) pada
hari Kamis, 21 Januari 2016, pada dinihari pukul 01.30 WIB. Dan
jenazahnya dimakamkan hari itu juga, ba'da Isya di PP. DDI Ujung
Lare-Parepare (bersebelahan dengan ibundanya yang tercinta).
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN; Semoga Allah
SWT mengampuni segala dosa, mengabulkan semua amal kebajikannya, dan
menerima baik di sisi Nya bersama para nabi, auliya, dan orang-orang
shaleh. Amin.
SWT mengampuni segala dosa, mengabulkan semua amal kebajikannya, dan
menerima baik di sisi Nya bersama para nabi, auliya, dan orang-orang
shaleh. Amin.
My Buku Kuning Center : CITA-CITA BESAR DR. RUSDY DIGAPAI 5 HARI MENJELANG...: MENGENANG ANREGURUTTA DR. KH. MA RUSDY AMBO DALLE (12/12/1948 - 21/1/2016) Oleh: Arifin Abdullah Adalah Anregurutta Ambo Dall...
Sunday, January 3, 2016
My Buku Kuning Center : ISLAMIC CENTER dan AMBO DALLE CENTER?
Islamic
Center; Peluang dan Tantangan Dakwah Islamiah
Center; Peluang dan Tantangan Dakwah Islamiah
Oleh:
Rusdy Ambo Dalle[1]
Rusdy Ambo Dalle[1]
Prolog
Islamic Center; tentu saja bukanlah produk
Negara-negara Islam, bahkan belum pernah dikenal dalam sejarah Islam
sebelumnya. Istilah ini justru muncul pertama kali di negara-negara barat,
disebabkan oleh keresahan umat muslim yang minoritas yang mengalami kesusahan
dalam beribadah dan bersilaturahmi dengan umat muslim lainnya. Karena mereka
tidak memiliki masjid di dekat tempat tinggal mereka. Akhirnya masyarakat
muslim minoritas dari beberapa daerah di luar negeri berkumpul mendirikan
Islamic Center yang menjadi pusat untuk menampung kegiatan shalat, ceramah
agama atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan ke-Islaman.
Negara-negara Islam, bahkan belum pernah dikenal dalam sejarah Islam
sebelumnya. Istilah ini justru muncul pertama kali di negara-negara barat,
disebabkan oleh keresahan umat muslim yang minoritas yang mengalami kesusahan
dalam beribadah dan bersilaturahmi dengan umat muslim lainnya. Karena mereka
tidak memiliki masjid di dekat tempat tinggal mereka. Akhirnya masyarakat
muslim minoritas dari beberapa daerah di luar negeri berkumpul mendirikan
Islamic Center yang menjadi pusat untuk menampung kegiatan shalat, ceramah
agama atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan ke-Islaman.
My Buku Kuning Center : ISLAMIC CENTER dan AMBO DALLE CENTER?: Islamic Center; Peluang dan Tantangan Dakwah Islamiah Oleh: Rusdy Ambo Dalle [1] Prolog Islamic Center ; tentu saja bukan...
Tuesday, May 19, 2015
KEBANGKITAN KAUM INTELEKTUAL MUDA DDI :
KEMBALIKAN DDI KE PANGKUAN
ULAMA
Oleh: Sandi Alfath SFC
Salah satu peninggalan monumentalnya adalah Darud Da'wah wal-Irsyad
(DDI), Gurutta pernah berkata dalam sebuah quote legendarisnya: "Anukku anunna DDI, anunna DDI tania anukku" (seluruh milikku adalah miliknya DDI, namun
milik DDI bukanlah milikku). Ungkapan ini nampak sangatlah sederhana namun makna totalitas komitmennya sangatlah tinggi yang kelak membawa sirahnya dan DDI yang bangunnya bersinar ke seantoro pelosok-pelosok nusantara bahkan dunia.
Wahai insan DDI, ketika mengetik ungkapan populer Beliau tentang kecintaannya kepada lembaga pendidikan yang di dirikannya
sungguh ada rasa yang sulit untuk diungkap, sebuah perkataan tulus yang
mempunyai makna sangat mendalam.
KEMBALIKAN DDI KE PANGKUAN
ULAMA, itulah jeritan hati ini yang selalu saja berteriak setiap mengikuti
perkembangan DDI meski hanya berada jauh di luar pagar arena. Semenjak kepergian Gurutta pada tanggal 29 November 1996, ruh DDI seakan
ikut terkubur bersama jasad Beliau, carut marutnya organisasi
sepeninggal Beliau adalah sebuah indikasi bahwa ada yang salah dengan DDI.
Indikator paling menonjol terlihat ketika hampir separuh warga DDI
memilih untuk hengkang dan membuat sebuah terobosan yaitu mengumpulkan
alumni-almuni terbaik DDI di seluruh pelosok negeri yang punya pandangan
dan pikiran seperti apa yang di cita-citakan gurutta. Maka lahirlah berbagai gerakan dari generasi-generasi muda DDI seperti IAPDIKA dari alumni Kaballangang, IADAD dari alumni Mangkoso, dan FADILA dari alumni Ujung Lare, yang gagah berani meneriakkan semboyan "DDI kembali ke mabda' dan kepangkuan ulama",,,,,
Tuesday, May 5, 2015
PT DDI DAN TANTANGAN GLOBALISASI :
ORASI
ILMIAH
DAN KULIAH UMUM
Oleh:
Rusdy Ambo Dalle
بسم
الله الرحمن الرحيم
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد
لله الذي بنعمته تتم الصالحات والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه
أجمعين، أما بعد!
قال
الله تعالى: "قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ
يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ"
Artinya:
“Katakanlah! Apakah sama orang-orang yang berpendidikan dengan
orang-orang yang tidak berpendidikan? Sesungguhnya orang yang cerdas hanyalah
mereka yang mempunyai hati yang cemerlang”.
(QS. Azzumar: 9)
Saudiri
Rektor Universitas
Al Asyariah Mandar (UNASMAN)
yang
saya hormati, Ketua Yayasan Al Asyariah
Mandar yang saya hormati, Bupati Polewali Mandar yang saya hormati, Koordinator
Kepertis Wilayah VIII Sulawesi dan Papua yang saya hormati, Koordinator Kopertis
Wilayah IX Sulawesi yang saya hormati, hadirin yang saya muliakan, serta para
mahasiswa UNASMAN
yang saya cintai.
Pertama,
perkenankan saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang
diberikan kepada saya
untuk menyampaikan kuliah umum dan orasi ilmiah pada acara wisuda sarjana
Universitas Al Asyariah Mandar tahun ini.
Bagi
saya UNASMAN ini masih merupakan satu tubuh yang tidak terpisahkan dari DDI, dan
roh DDI masih kuat bersemayam di dalam tubuh kampus ini. Hanya saja mungkin
karena arus globalisasi dan dapak dari pemakaran daerah serta kondisi lain
sehingga nama DDI tidak lagi terpasang di belakang nama kampus. Dan itu adalah
pilihan yang tidak bisa dihindarkan. Bagaimana pun, menurut saya nama DDI
dipasang atau tidak dipasang di sebuah lembaga pendidikan bukanlah suatu
masalah, tetapi yang paling penting adalah nilai-nilai ke-DDI-an tertanam
mewarnai segala aktifitas lembaga itu.
Hadirin
yang saya hormati,
Pendidikan,
sebagaimana pernah dikemukakan oleh R.J. Menges, adalah keseluruhan proses dalam
rangka membantu manusia menapaki kehidupannya. Dalam konteks yang demikian,
pendidikan menempati posisi yang sangat sentral dan strategis dalam rangka
membangun kehidupan manusia baik kehidupan individu maupun sosial yang
diharapkan mampu memposisikan manusia dalam kehidupan yang plural. Posisi
sentral dan tantangan yang berat sejalan dengan semakin kompleksitasnya roda
kehidupan manusia menyongsong era global.
Perguruan
Tinggi Darud Da’wah wal-Irsyad (PT DDI), sebagai salah satu institusi
penyelenggara pendidikan di tanah air, tidak luput dari berbagai tantangan yang
harus dihadapinya. Tantangan tersebut antara lain berupa timbulnya aspirasi dan
idealitas masyarakat yang multi-interest dan multi-kompleks, terutama dalam
menghadapi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Dengan demikian PT DDI
tidak lagi menghadapi kehidupan yang simplisistis, melainkan amat
kompleks.
Mencermati
fenomena yang demikian orasi ilmiah ini mencoba menelaah sekaligus mengkritisi
berbagai tantangan yang dihadapi PT DDI, serta memberikan beberapa pemikiran
mengenai langkah strategis yang mungkin bisa
dilakukan.
Liberalisasi
Pendidikan
Sudah
majemuk,
bahwa dengan datangnya era globalisasi menyebabkan liberalisasi di segala
bidang. Liberalisasi ini sangat memungkinkan
terjadinya kesenjangan, ketegangan dan konflik dalam berbagai bidang kehidupan.
Hal ini karena liberalisasi dalam satu bidang secara otomatis akan berpengaruh
pada bidang yang lain.
Demikian
pula liberalisasi di bidang pendidikan yang sedang ramai diperbincangkan dewasa
ini, tak lepas dari pengaruh liberalisasi di bidang-bidang yang lain. Ada
perkembangan pemahaman yang memandang bahwa pendidikan adalah salah satu sektor
publik dan dipandang sebagai bagian yang tidak terlepaskan dari komoditi
ekonomi. Kalau dahulu pendidikan hanya dianggap sebagai kegiatan non komoditi
ekonomi, sekarang pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari biro jasa.
Oleh karenanya, pendidikan pada saat ini memegang peran penting dalam
perdagangan.
Meskipun
dalam konteks Indonesia, persoalan liberalisasi pendidikan masih menjadi silang
pendapat, namun dapat dipastikan bahwa liberalisasi pendidikan akan menjadi
sebuah keniscayaan. Liberalisasi pendidikan akan menjadi arus utama dunia di
masa depan seiring dengan globalisasi. Di Malaysia, saat ini telah berdiri
sebuah lembaga pendidikan internasional dari Australia dan Inggris. Demikian
juga dengan di Indonesia, tidak lama lagi diprediksikan akan mengalami hal
serupa. Terlebih, menurut catatan Tim Koordinasi Bidang Jasa WTO (World Trade
Organization), telah ada permintaan 6 (enam) negara anggota WTO, yakni
Amerika Serikat, Cina, Selandia Baru, Australia, Jepang dan Korea Selatan agar
Indonesia segera melakukan liberalisasi sektor pendidikan. Di samping enam
negara tersebut, sudah ada beberapa lembaga pendidikan tinggi asing yang
beroperasi di Indonesia, seperti Politeknik Swis, Swiss German School dan
sebagainya.
Dengan
demikian, dunia pendidikan tinggi di Indonesia, termasuk PT DDI
saat
ini, sedang menghadapi tiga skala tuntutan, yaitu skala global, nasional, dan
tuntutan dalam lingkup PT DDI
itu
sendiri. Tuntutan pada skala global di antaranya berupa tuntutan kualitas,
relevansi, dan internasionalisasi pendidikan tinggi. Hal tersebut seiring dengan
tuntutan yang digariskan oleh UNESCO kepada perguruan tinggi- perguruan tinggi
di dunia. Persoalan kualitas dan relevansi barangkali bukan persoalan baru,
tetapi mengenai internasionalisasi pendidikan tinggi telah menjadi perhatian
serius di kalangan para praktisi dan pemikir pendidikan.
Dalam
konteks ini, PT DDI
mau
tidak mau harus mempersiapkan diri dalam menghadapi arus liberalisasi pendidikan
ke depan. Terlebih, bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global tidak
dapat bebas bersikap, karena terikat dengan kesepatakan-kesepatan
dunia.
Pada
skala nasional, saat ini masyarakat telah mengalami perubahan dalam memandang
pendidikan. Kalau dahulu pendidikan hanya dianggap sebagai sarana untuk memenuhi
kebutuhan dasar akademik manusia, bisa baca-tulis-hitung, saat ini pendidikan
dipandang sebagai investasi (human invesment). Tidaklah berlebihan, jika
saat ini masyarakat menuntut PT DDI sebagai sebuah institusi yang akan mampu
mencetak lulusan yang tangguh, berkualitas, dan sanggup bersaing dengan yang
lain.
Selain
itu, realitas kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang dipandang kurang
dibanding bangsa-bangsa lain, maka tuntutan peningkatan kualitas perguruan
tinggi termasuk PT DDI
menjadi
hal yang sangat wajar dan rasional. Sebagaimana dilaporkan sebuah
sumber
mutu pendidikan Indonesia berada pada posisi paling buruk di kawasan Asia
Tenggara. Demikian halnya dalam hal daya saing, peringkat Indonesia juga sangat
rendah. Indonesia memiliki peringkat ke-41 dari 46 negara di antara
negara-negara yang diteliti. Bahkan untuk skala Asia, peringkat daya saing
berada pada posisi paling rendah. Posisi Indonesia di bawah India, Thailand,
Filipina, dan Malaysia. Sedangkan menurut laporan UNDP, kualitas sumberdaya
manusia Indonesia berada pada urutan 102 dari 162 negara yang disurvei.
Secara
internal, perguruan tinggi dituntut senantiasa menata diri baik dengan
menyatukan langkah seluruh anggota civitas akademikanya dalam mengantisipasi
perubahan dan tantangan ke depan. Dalam konteks PT DDI, penting untuk melakukan
refleksi dalam rangka reorientasi PT DDI sebagai landasan filosofis bagi upaya
gerakan dan penyatuan langkah bagi seluruh anggota civitas akademika. Di samping
itu, penataan secara internal yang menyangkut aspek managemen, administrasi,
organisasi, pengembangan akademik, adalah hal penting lainnya yang harus segera
dilakukan.
Berkenaan
dengan hal ini, diskursus ilmiah tentang karakteristik PT DDI, epistemologi
pengembangan keilmuan, dan sosok lulusan yang dihasilkan harus menjadi tema
sentral. Konseptualisasi hal-hal tersebut harus dilakukan sebab konsep tersebut
akan menjadi dasar kebijakan pengembangan PT DDI lebih lanjut mulai dari tataran
konsep abstrak, seperti visi dan misi, struktur kelembagaan, struktur kurikulum
di setiap fakultas, jurusan dan program studi, sampai pada arah dan strategi
pembinaan dan pengembangan dosen, mahasiswa dan seluruh
civitasnya.
Perputaran
roda kehidupan, telah mengantarkan manusia untuk menapaki kehidupan barunya
yaitu di awal milenium ketiga. Banyak trend dan estimasi yang dilontarkan oleh
para pemikir dan futurolog baik yang bernada optimis maupun pesimis. Di
antaranya adalah Alvin Toffler dengan “Future Schock, Powershift
atau The Thrid Wave”, John Naisbitt dan Patricia Aburdene dengan
“Megatrend 2000″, Michael Poster dengan “The Competitive Advantage of
Nation” dan Kenichi Ohmae dengan “The borderless World”.
Inti
dari prediksi dan estimasi tersebut adalah pada milenium ketiga ini akan terjadi
pergeseran dan perubahan kehidupan sosial yang maha dahsyat, sehingga terjadi
apa yang disebut dengan cultural and social discontinuity. Perubahan yang
akan terjadi 100 tahun mendatang nampak akan melampaui perubahan yang terjadi
1000 tahun lalu baik dari segi dampaknya, kecepatannya, luasnya dan pentingnya.
Masyarakat dunia akan mengalami fenomena baru di mana seluruh tatanan sosial
akan didominasi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Globalisasi
menyebabkan liberalisasi dalam berbagai bidang kehidupan, baik bidang politik,
budaya, ekonomi dan ilmu pengetahuan-teknologi.
Khusus
Ilmu
pengetahuan dan teknologi selain berperan dalam memacu proses globalisasi,
berperan juga untuk dipengaruhi perkembangan globalisasi. Globalisasi
menyebabkan IPTEK harus dikonsumsi oleh banyak komunitas. Kemajuan IPTEK tidak
lagi hanya diukur dalam inovasi-inovasi untuk dirinya sendiri, tetapi sejauh
mana ia bermanfaat secara lebih luas bagi masyarakat. Dalam konteks inilah,
menjadi tidak dapat dihindari bahwa seiring dengan globalisasi inovasi-inovasi
IPTEK yang mudah dikonsumsi dan dirasakan masyarakat menjadi niscaya. Di samping
itu, sosialiasi penggunaannya menjadi hal yang tidak dapat
dihindarkan.
Dengan
demikian tugas PT DDI menjadi sangat jelas, yakni menyiapkan para lulusannya
memiliki kualitas dan kemampuan handal yang mampu bersaing, tidak hanya ahli di
bidang ilmu agama saja, akan tetapi juga di bidang ilmu-ilmu lain yang
dibutuhkan oleh pasar.
Hadirin
yang saya hormati,
Kemungkinan
Langkah Strategis
Dalam
rangka merespon tantangan PT DDI di era global maka
konsep “paradigma baru” bagi PT DDI di seluruh Indonesia merupakan
suatu keharusan. Paradigma
baru itu mau tidak mau, melibatkan
reformasi besar
yang
mencakup
perubahan
kebijakan
yang lebih terbuka, transparan, dan akuntabel.
Dalam
konteks itu, misi dan fungsi PT
DDI secara
lebih spesifik dapat dipetakan
pada beberapa langkah strategis yang mungkin bisa dilakukan,
antara lain; Pertama, kebijakan nasional yang mengacu pada
pengembangan kualitas sumber daya manusia secara terus-menerus, dan harus
diaplikasikan secara sungguh-sungguh serta berkelanjutan. Kemauan politik dan
aksi politik untuk menopang kebijakan ini sangat penting dalam menciptakan SDM
yang memiliki keunggulan kompetitif dalam skala global. Sektor pendidikan harus
difungsikan sebagai ujung tombak untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang
berkualitas, agar memiliki unggulan kompetitif dalam berbangsa dan bernegara di
tengah-tengah kehidupan dunia global.
Kedua,
kepemimpinan yang handal dan visioner. Tipe pemimpin seperti ini, biasanya
memiliki ciri utama: berkarakter, berkarisma, berkompeten dan berkomitmen
terhadap lembaga yang dipimpinnya. Kepemimpinan ini mencakup semua lini dalam
sebuah perguruan tinggi. Kepemimpinan yang demikian, sangat penting dalam rangka
menjadi kekuatan penggerak bagi dinamika dan pengembangan sebuah institusi. Di
era yang sarat dengan berbagai perubahan yang cepat seperti sekarang ini,
tampilnya pemimpin yang handal dan visioner di sebuah perguruan tinggi tidak
bisa ditawar-tawar lagi.
Ketiga,
membangun dan memperluas jaringan kerjasama (networking). Secemerlang
apapun sebuah ide yang digagas para pemimpin sebuah perguruan tinggi, ia tidak
akan berarti jika perguruan tinggi itu tidak membangun jaringan kerjasama
(networking). Terlebih dalam era global seperti sekarang ini, membangun
dan memperluas jaringan kerjasama adalah sebuah keniscayaan dalam pengembangan
sebuah sekolah tinggi. Melalui kerjasama ini, diharapkan akan membuka
isolasionalisme PT DDI di tengah kondisi masyarakat yang semakin global dan
saling terkait satu dengan lainnya. Di samping itu, dengan kerjasama berbagai
kendala institusional barangkali akan menjadi semakin mudah untuk
diatasi.
Keempat,
sudah menjadi pandangan umum jika kebesaran sebuah perguruan tinggi, tidak
terkecuali PT DDI, tidak sekedar ditentukan oleh seberapa banyak mahasiswanya,
seberapa megah kampusnya, bagaimana fasilitas yang dimiliki, dan seterusnya.
Tetapi, kebesaran sebuah sekolah tinggi akan sangat ditentukan dan diukur oleh
seberapa banyak penelitian berkualitas yang telah dihasilkan oleh perguruan
tinggi itu. Penelitian adalah tolak ukur moral akademik, demikian kata Umar A.
Jenie.
Oleh
karena itu, dalam pengembangan PT DDI ke depan domain penelitian ini harus
menjadi hal yang penting. Telah dipaparkan di atas, dalam era globalisasi di
mana perkembangan IPTEK menjadi hal yang niscaya, maka inovasi-inovasi dan
kreatifitas dalam bidang keilmuan menjadi hal yang niscaya. PT DDI pun harus
mampu menjadi salah satu pengemban pengembangan berbagai keilmuan. Dalam konteks
inilah “penelitian” menjadi sebuah hal yang tidak bisa
dinafikan.
Kelima,
dalam konteks pendidikan, termasuk PT DDI, terdapat sifat yang diharapkan dari
pendidikan, yakni keputusan pendidikan selalu mengacu ke masa depan. Perhitungan
yang kita buat adalah seberapa jauh pemikiran dan langkah tindakan pendidikan
merupakan sesuatu yang dibutuhkan di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan
usaha mempersiapkan manusia untuk kehidupan masa depan. Pendidikan Islam, dengan
demikian, harus berfungsi sebagai “anticipatory learning institutions”.
PT DDI harus mampu menjadi produsen bagi ketersediaan sumber daya manusia yang
tangguh, cerdas secara intelektual, sosial dan spiritual, memiliki dedikasi dan
disiplin, jujur, tekun, ulet dan inovatif. Sekurang-kurangnya manusia seperti
inilah yang harus dipersiapkan oleh pendidikan Islam, kalau kita berharap PT DDI
mampu bersaing di era kontemporer seperti sekarang
ini.
Keenam,
mengembangkan paradigma inklusif dan multikultural. Dalam era kesejagadan ini,
persentuhan antar kebudayaan berbagai bangsa di dunia menjadi hal yang niscaya.
Tuntutan untuk bersikap terbuka dan saling toleransi menjadi hal yang tidak bisa
ditawar lagi. Rasulullah telah mengajarkan kepada umat Muslim tentang prinsip
integrasi sosial untuk membangun sebuah masyarakat yang berkeadaban (civil
society). Islam menjadikan rujukan nilai, pengetahuan dan tindakan bagi para
penganutnya untuk berta’aruf dengan kelompok lain di masyarakat yang berbeda
latar belakang agama, sosial dan budaya. Prinsip seperti inilah yang hendaknya
ditransformasikan dan dijadikan paradigma dalam pengembangan PT DDI ke depan.
Dalam masyarakat (nasional maupun internasional) yang demikian majemuk,
pendidikan Islam perlu dikemas dalam watak multikultural, ramah menyapa
perbedaan budaya, sosial dan agama, sehingga hal-hal yang bersifat
kontraproduktif akan dapat dihindarkan. Setidaknya hal inilah yang patut
diperhatikan dalam rangka pengembangan perguruan tinggi, khususnya PT
DDI.
Untuk
memanage perubahan tersebut perlu bertolak dari visi yang jelas, yang
kemudia
dijabarkan dalam misi, dan didukung oleh
skill, insentif, sumber daya (fisik dan non-fisik, termasuk SDM), untuk
selanjutnya diwujudkan dalam rencana kerja yang jelas. Dengan
demikian, akan terjadilah perubahan. Jika salah satu aspek saja
ditinggalkan,
maka akan mempunyai ekses tertentu. Misalnya, jika visi ditinggalkan
atau
dalam
pengembangan PT
DDI tidak
bertolak dari visi yang jelas, maka akan
berakibat
hancur, sebagaimana
pada
“Model
Pengembangan PT
DDI”
yang kami sorot berikut:
Visi
|
Misi
|
Skill
|
Insentif
|
Sumber
daya
|
Rencana
kerja
|
Perubahan
|
---
|
Misi
|
Skill
|
Insentif
|
Sumber
daya
|
Rencana
kerja
|
Hancur
|
Visi
|
---
|
Skill
|
Insentif
|
Sumber
daya
|
Rencana
kerja
|
Bingung
|
Visi
|
Misi
|
---
|
Insentif
|
Sumber
daya
|
Rencana
kerja
|
Cemas
|
Visi
|
Misi
|
Skill
|
---
|
Sumber
daya
|
Rencana
kerja
|
Perubahan
Lambat
|
Visi
|
Misi
|
Skill
|
Insentif
|
---
|
Rencana
kerja
|
Frustasi
|
Visi
|
Misi
|
Skill
|
Insentif
|
Sumber
daya
|
---
|
Awal
Keliru
|
Hadirin
yang saya hormati,
Kesimpulan:
Upaya
mewujudkan PT DDI yang mampu menghadapi berbagai tantangan di era global, masih
memerlukan kerja keras oleh semua pihak, baik yang terlibat langsung maupun
tidak langsung. Upaya-upaya ini bisa dilakukan di antaranya dengan peningkatan
kualitas sumber daya yang ada, perluya dukungan kebijakan nasional, perubahan
paradigma, kepemimpinan yang visioner, memperluas jaringan kerjasama, dan
pengembangan di bidang penelitian. Hanya dengan kerja keras inilah PT DDI ke
depan akan mampu bersaing dan menghadapi berbagai tantangan yang
ada.
Khusus
UNASMAN
yang kita cintai ini, saya selaku Ketua Umum PB
DDI
berharap UNASMAN ke depan akan menjadi menara yang tinggi untuk mengembangkan
nilai-nilai moral Gurutta Ambo Dalle dan mengangkat nama besar DDI di Sulawesi
Barat ini.
من
الله المستعان وعليه التكلان
والسلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
NOTE: Orasi Ilmiah dan Kuliah Umum disampaikan oleh Ketum PB DDI pada acara Wisuda Sarjana Ke-XIII UNASMAN DDI di Polman SULBAR (04/05/2015).
Subscribe to:
Posts (Atom)
Facebook Badge
MyBukukuningLink
Bertukar link?
Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!
Popular Posts
-
BEDAH BUKU: “ MENALAR TASAWUF ANREGURUTTA AMBO DALLE ” ( Telaah Terhadap Kitab Al-Qaulu as-Shadiq fi Ma’rifah al-Khaliq ) Details...
-
KHUTBAH IDUL FITRI 1435 H/ 2014 M TAKBIR SYUKUR ATAS KEMENANGAN DI HARI RAYA FITRI ( Masjid Daarul Falah: Jln. Kramat Raya, Senen - Jak...
-
Mengurusi Ummat Itu Menyenangkan Berbicara soal seorang tokoh kharismatik ulama di sulsel, maka semua akan merujuk kepada seora...
-
Gurutta Ambo Dalle dilahirkan dari keluarga bangsawan yang masih kental, sekitar tahun 1900 M, di Desa UjungE Kecamatan Tanasitolo, Kabupat...
-
Ingngerrangngi Anregurutta Cip : Kasih Sang Merpati Aja’ laloki nengka mallupaiwi Gurutta Aja’ laloki nengka mallupaiwi Gurut...
-
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar: Ia adalah salah satu tokoh Islam Indonesia kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan yang kini menjabat...
-
Samihah Menulis Tentang Ayahanda-nya Tercinta By: Samihah SBAG Beliau adalah putra Sulawesi Selatan, dilahirkan di Siwa, Pi...
-
"Hijrah Dari Hilir Sungai Mahakam Loa - Janan Ke Lembah Pegunungan Tirasa - Kaballangang" By: Muhaimin Al-Bugisi Pad...
-
Wawancara Tim IMC IAPDIKA Dengan Gurutta Prof. AGH. Faried Wajedy, MA (Prinsif Anregurutta Dalam Mengelola DDI Adalah Keikhlasan) ...
-
Ulama Ahli Fiqh Prof KH Ali Yafie, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), seorang ulama ahli Fiqh (hukum Islam). Dia ulama yang be...
Labels
- Haji dan Umrah (4)
- IAPDIKA (92)
- IAPDIKA Galeri (13)
- karya ilmia (23)
- Kenangan bersama Anregurutta Ambo Dalle (79)
- My Buku Kuning (134)
- mybukukuning (102)
- Passelle Pasau (37)
- Perintis DDI (13)
- Sains al-Qur'an (22)
- tafsir (32)
- Tokoh DDI (98)
- Top 10 Ulama Bugis (16)
- Ulama Bugis (90)
Blog Archive
-
▼
2021
(7)
-
▼
October
(7)
- FENOMENA WARNA DALAM ALQURAN :
- KUNING CERAH MENCIPTAKAN NUANSA SPRITUAL MENENTRAM...
- KUNING API SEPERTI BARISAN UNTA PIRANG DI NERAKA :
- NUANSA PUTIH DALAM ALQURAN DAN INDIKASINYA :
- MEMBANDINGKAN BIDADARI SURGA DENGAN MISS UNIVERSE :
- MINUMAN BIR PUTIH DAFTAR MENU FAVORIT SURGA :
- PUTIH LENSA MATA (KATARAK) KARENA SEDIH :
-
▼
October
(7)
PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:
BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA
IAPDIKA GALERI:
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA
Link Terkait:
Labels
- My Buku Kuning (134)
- mybukukuning (102)
- Tokoh DDI (98)
- IAPDIKA (92)
- Ulama Bugis (90)
- Kenangan bersama Anregurutta Ambo Dalle (79)
- Passelle Pasau (37)
- tafsir (32)
- karya ilmia (23)
- Sains al-Qur'an (22)
- Top 10 Ulama Bugis (16)
- IAPDIKA Galeri (13)
- Perintis DDI (13)
- Haji dan Umrah (4)






















