Saturday, April 20, 2013

ANDI NURBAYA TANETTING SOSOK IAPDIKA YANG TANGGUH:

Sisi Lain dari Rapat Panpel Deklarasi IAPDIKA di Ablam
Hasil rapat persiapan Deklarsi yang diselenggarakan oleh panitia PANPEL kemarin (20/4) di Jl. Abu Bakar Lambogo – Makassar, telah di anggap rampun, tinggal beberapa masalah tehnis yang akan dimantapkan pada minus sepulu hari (H-10) nanti. Namun, yang menarik dari rapat tersebut dan patut diapresiasi adalah sikap dan pengalaman kakanda Hj. Andi Nurbaya Tanetting ketika menceritakan kisah nyata yang dihadapi beliau pada saat bergabung di Iapdika.

Sebagai seorang Tokoh DDI yang dekat dengan rezim Status qou, pilihannya bergabung di IAPDIKA ternyata tidak semudah yang kita bayangkan, kecaman dan sikap sinis dari koleganya dari rezim Status Qou menganggap beliau sangat ofurtunis dan kekanak-kanakan membuatnya tidak tenang, bahkan sejak bergabungnya di IPDIKA dering Hp-nya sudah bak serinai ambulance berdering terus mempertanyakan sikap berdirinya , tapi dengan tekad bulat dan mimpi mendapat support barakka dari Gurutta K.H.Abd.Rahman Ambo Dalle, sebagai Guru dan orang tua yang dicintainya, kecaman dan sikap sinis yang dialamatkan kepadanya ditanggapinya dengan tenang dan penuh senyum....

Inti dari penggalang kisah diatas bukanlah bermaksud memprofokasi, dan menyebarkan kebencian kepada status qou yang tidak bisa menghargai pandangan dan sikap orang lain... Tetapi kisah diatas ingin menunjukkan, bahwa keberanian (tekad Bulat) adalah sebuah keputusan yang sumbernya datang dari diri kita sendiri, yang bisa kita salurkan untuk menggapai panggilan mimpi, harapan, dan tujuan hidup kita.

Keberanian bukanlah sekedar lawan dari sekedar kata dari  “Ketakutan/rasa takut” tetapi keberanian (tekad) memiliki arti yang jauh lebih dalam dari itu. Keberanian (Tekad) bisa dipilih oleh kita di dalam segala bentuk stuasi yang kita alami. Tanpa keberanian (atau Tekad), pencapaian mimpi/tujuan perjuangan kita akan jadi mustahil.

Tanpa keberanian (atau Tekad), kita akan mudah patah semangat dan putus asa dihadapkan dengan tantangan dan rintangan yang pasti muncul pada saat kita berjalan menuju mimpi/tujuan hidup kita.
Juga, kita berani/bertekad bukan berarti kita ‘buta’/ berpura-pura tidak melihat kenyataan hidup atau beranggapan bahwa tantangan dan rintangan yang kita hadapi akan hilang begitu saja tanpa kita berusaha untuk menghadapi dan mengatasinya.

Justru, jika kita berani dan bertekad, kita akan menyadari bahwa tantangan dan rintangan yang kita hadapi adalah nyata dan kita akan berperan aktif untuk mengatasinya sehingga pencapaian mimpi/ tujuan perjuangan kita akan menjadi nyata., Maka dari itu, mulailah kawan untuk menilik lagi ke dalam diri dan hati kita masing-masing. Apakah keberanian (atau Tekad) ini sudah hadir dan tumbuh subur? Jika sudah, sangatlah mungkin dan mudah bagi kita semua untuk mengembalikan purnama Kaballangang... Selamat Berjuang....

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA