Tuesday, April 9, 2013

SUKSESKAN DEKLARASI IAPDIKA DAN DIALOG NASIONAL:



PROPOSAL PANITIA PENYELENGGARA
DEKLARASI IAPDIKA DAN DIALOG NASIONAL
Sabtu, 25 Mei 2013 | Gedung Graha Pena, Lt 4 (Fajar Room) Makassar Sulawesi Selatan

MUKADDIMAH
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji dan syukur hanyalah milik Allah SWT semata. Kita memohon kepada-Nya pertolongan, ampunan serta perlindungan-Nya dari segala keburukan dan kelemahan diri kita. Barang siapa yang diberikan hidayah oleh-Nya, niscaya tidak ada sesuatupun yang dapat menghalangi, dan barangsiapa yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, niscaya tidak ada sesuatu pula yang mampu menolongnya. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala makhluk-Nya.

Selawat dan taslim semoga dilimpahkan kepada junjungan nabi besar kita Muhammad SAW, yang telah menyampaikan risalah-Nya, memberi nasehat dan membawa umat menuju kesempurnaan hidup lahir batin, dunia akhirat. Kita berharap termasuk umatnya yang mendapat syafa'at Beliau kelak di hari kemudian. Aamiin

Melalui mukaddimah sederhana ini kami sampaikan proposal singkat ke hadapan Bapak dan Ibu, sebagai pengantar untuk menjelaskan rencana mengadakan acara Deklarasi IAPDIKA dan Dialog Nasional (Tudang Sipulung) Warga DDI di Makassar Sulawesi Selatan.

Dengan demikian, kami sangat mengharapkan partisipasi nyata berupa dukungan moril dan materil, sebagai salah satu waqaf, infaq dan sadaqah jariyah bagi Bapak dan Ibu. Dan kami berdo'a semoga keikhlasan Bapak dan Ibu menjadi jalan menuju ketaqwaan. Aamiin Ya Rabbal'alamin.

Waminallahil Musta’an wa Ilaihit Tiklan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh



PROLOG
Meminjam istilah Dr. KH. M.A. Rusdy Ambo Dalle, putra pendiri DDI al-Mukarram Gurutta AGH. Abdurrahman Ambo Dalle, mengomentari lahirnya IAPDIKA mengatakan:DDI dan komponen-komponennya kini ibarat ronsongan gerbong-gerbong tua, karatan dan tenggelam di dalam lumpur; maka IAPDIKA adalah lokomotif diamis terbaru dan tercanggih yang siap menggerakkan, menarik dan memacunya melaju kencang di atas rel-rel yang lurus dan kokoh. 

Ikatan Alumni Pesantren DDI Kaballangang yang disingkat dengan IAPDIKA, didirikan pada hari Minggu tanggal 02 Desember 2012, oleh kelompok alumni-alumni dinamis pesantren DDI Kaballangang melalui sebuah Reuni Akbar antar alumni DDI Kaballangang, yang mayoritas mereka adalah para anak-anak muda profesional yang sudah mapan dari segi materi dan finansial, sebahagian di antaranya pengusaha-pengusaha sukses, birokrat, dan sarjana-sarjana yang berpendidikan tinggi. 

IAPDIKA lahir dari keprihatinan dan kekecewaan alumni-alumni tersebut melihat kondisi almamaternya yang kian terpuruk dan mengalami kemunduran yang sangat menyedihkan sepeninggalan Gurutta AGH. Abdurrahman Ambo Dalle. Oleh karena itu ikatan alumni melihat perlu adanya “Pembaharuan, Regenerasi dan Passelle Pasau” ditubuh organisasi DDI untuk membangun kembali pesantren Kaballangang khususnya dan DDI pada umumnya, maka mereka pun mengangkat slogan “Menyongsong Purnama DDI 2014”. Dan bagi mereka kejayaan DDI seperti sediakala ketika Gurutta Ambo Dalle masih hidup adalah harga mati.

LATARBELAKANG
Mengapa Perlu Ada Perubahan, Regenerasi Dan Passelle Pasau?
1.    Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI) yang didirikan oleh Gurutta AGH. Abdurrahman Ambo Dalle dan ulama-ulama besar Sulawesi Selatan, adalah Organisasi Massa (Ormas) Islam yang terbesar ketiga nasional setelah NU dan Muhammadiyah, dan terbesar pertama di kawasan Indonesia Timur. Yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, maka perlu ada perubahan, inovatif dan regenerasi yang berkala dan stabil untuk menghadapi tantangan globalisasi yang semakin pesat. 

2.    Pentingnya regenerasi (khilafah) dalam sebuah organisasi massal atau “passelle pasau” (istilah Gurutta Ambo Dalle); Yaitu merupakan titah Allah yang ditugaskan kepada umat manusia di muka bumi semenjak nabi Adam as diciptakan (Baca: QS: 002: 30). Maka ketika Allah mengutus Ibrahim as untuk menjadi “passelle pasau” (pemimpin) bagi seluruh umat manusia: “Sesungguhnya Aku menjadikanmu pemimpin bagi seluruh umat manusia”, Ibrahim tidak serta merta menyanggupiya, tetapi ia bercermin dari pengalaman umat-umat sebelumnya mereka dibinasakan Allah karena tidak mewariskan passelle pasau sesudahnya (baca: krisis kepemimpinan). Maka Ibrahim as memohon kepada Allah agar dijadikan baginya “passelle pasau” (pewaris tahta) setelahnya, yang dijawab oleh Allah dengan gaya diplomatis kental: “Janji-Ku tidak meliputi orang-orang zalim” (QS: 002: 124). Dan keturunan-keturunan Ibrahim yang sukses menjadi passelle pasau (pemimpin) adalah:
·        Ishaq, Ya’qub, Yusuf, melalui Musa dan Harun, hingga sampai kepada Isa as (untuk bani Israil).
·         Ismail untuk Jazirah Arab dan sekitarnya
·        Syuaib untuk bangsa Madyan dan sekitarnya.
·        Yunus untuk bangsa Ninui (wilaya Irak sekarang)
·    Muhammad SAW sebagai nabi terakhir untuk umat manusia semuanya. Dengan demikian maka Ibrahim as dikenal sebagai Bapak para Rasul (Baca: Bapak para Passelle Pasau).
·    Nabi-nabi Allah yang pernah meresahkan krisis passelle pasau setelah Ibrahim as adalah Musa as sehingga Allah menjadikan Harun adik kandungnya sebagai pendukung dan passelle pasau sesudahnya.
·       Begitu pula halnya Zakaria as hingga harus bermunajat khusus memohon kepada Allah agar dijadikan sesudahnya seorang passelle pasau dari keturunannya, ia berdo’a: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling Baik” (QS: 021: 89). Dan Allah kemudian mengabulkannya dengan menjadikan Yahya putranya sebagai passelle pasau-nya.

3.  Gurutta Ambo Dalle hingga akhir hayatnya tidak menunjuk seorang “passelle pasau” setelahnya, baik dari anak biologis atau pun anak ideologisnya. Sehingga ada asumsi yang berkembang bahwa Gurutta Ambo Dalle tidak melakukan hal tersebut karena Beliau telah mentransfer seluruh ilmunya kepada anak-anaknya (biaologis dan idiologis) secara merata, dan ingin mentradisikan sistem demokrasi (syura) terlaksana dengan baik di dalam setiap suksesi ditubuh organisasi DDI setelahnya, sebagaimana rasulullah SAW mewariskan kepemimpinannya kepada khalifah-khalifahnya.

4. Krisis kepemimpinan mencuat di DDI pasca Gurutta Ambo Dalle: Setelah peristiwa Muktamar DDI ke-18 tahun 1998, yang memicu terjadinya disentegrasi kepemimpinan ditubuh organisasi DDI pasca Gurutta Ambo Dalle, sehingga timbul keretakan dikalangan elit DDI yang kemudian muncul tiga kubu besar bertarung memenangkan DDI-1: Pertama, kubu Pare-Pare (Status Quo); kedua, kubu Mangkoso (yang menginginkan DDI-1 dikembalikan ketangan ulama); dan ketiga, adalah kubu yang tidak mempunyai corak atau abu-abu (tidak menentukan pilihan atau tidak mengerti apa-apa). Yang akhirnya dimenangkan secara “tidak fair” oleh kubu pertama.

5.    Akibat dari kecurangan yang terjadi pada pemilihan kepemimpinan di muktamar DDI ke-17, maka kubu Mangkoso yang motori oleh (alm) AGH. Abdul Wahab Zakariyah, MA, yang mengingkan DDI dipimpin oleh ulama dan intelektual Islam yang ada di DDI memilih “mufaraqah”, dan tidak membaiat pengurus yang terpilih lewat muktamar tersebut. Serta mendirikan pengurus DDI tandingan yang kemudian dikenal dengan “DDI-AD”.

6.   Tidak muncul atau sengaja disembunyikan konsep “passelle pasau” yang telah dipersiapkan oleh Gurutta Ambo Dalle sejak dini, sebagaimana diketahui bahwa beberapa tahun menjelang akhir hayatnya, Beliau senantiasa meresahkan penggantinya (passelle pasau) setelahnya, dan beberapa kali Beliau gagal mendifinisikannya karena berbagai hal, seperti:
·       Gurutta Ambo Dalle pernah memberikan indikator tinggi sebagai “passelle pasau”-nya kepada putranya Dr. KH. M.A. Rusdy Ambo Dalle melalui penerbitan sebuah Surat Keputusan (SK), yang dibatalkan secara sepihak dan tidak dilegalisasi oleh pengurus DDI waktu itu karena tidak menyetujuinya.

· Pada Muktamar ke-17 tahun 1994, Gurutta sudah nyaris saja mengumumkan pengganti (passelle pasau)-nya di atas podium kehormata setelah seluruh peserta muktamar memohon kepada Beliau menunjuk langsung penggantinya, namun digagalkan oleh petinggi kubu Pare-Pare (Kubu Pertama) dengan membisikinya kalau ada seorang Menteri yang datang dari Jakarta ingin menemui Gurutta, padahal itu hanya isapan jempol saja karena sebenarnya tidak ada seorang Menteri atau tamu penting pun yang datang saat itu, hanya akal-akalan dari petinggi kubu ini belaka agar gurutta batal mengumumkan passelle pasau-nya.

Memperhatikan latar belakang dan dasar-dasar pemikiran tersebut, pengurus Ikatan Alumni DDI Kaballangang (IAPDIKA)  bersama tokoh-tokoh DDI, simpatisan dan pemuka-pemuka masyarakat lainnya, telah mufakat akan mengadakan acara “Dialog Nasional (Tudang Sipulung) Warga DDI dan sekaligus Deklarasi IAPDIKA” untuk merealisasikan cita-cita mulia Gurutta Ambo Dalle memajukan DDI mencapai purnamanya, dan memingit “passelle pasau” seperti yang diinginkan oleh Gurutta. 

Namun, demi terealisasinya program mulia tersebut tentunya memerlukan dana atau materiil. Untuk itu pada kesempatan ini kami membuka dan mengetuk hati kaum muslimin dan muslimat, khususnya warga DDI dan simpatisaan, untuk berpartisipasi dalam melaksanakan acara dialog nasional (tudang sipulung) dan deklarasi IAPDIKA di Makassar Sulawesi Selatan.

NAMA DAN TEMA KEGIATAN
@  Nama Kegiatan          : “Deklarasi IAPDIKA  Dan Dialog Nasional (Tudang Sipulung) Warga DDI”
@  Tema                          : “Menggagas Model Pesantren Yang IDEAL di Era Globalisasi”

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
@  Waktu             : Hari Sabtu Tanggal 25 Mei 2013
@  Tempat           : Gedung Graha Pena Jl Urip Sumohardjo No. 20 – Flyover.  Makassar Sulawesi Selatan

TUJUAN
Ø Mengumumkan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga DDI dan simpatisan tentang terbentuknya oraganisasi Ikatan Alumni Pesantren DDI Kaballangang yang disingkat IAPDIKA.
Ø  Mensosialisasikan konsep-konsep IAPDIKA untuk menyongsong Purnama DDI 2014.

PESERTA
Peserta ditargetkan berjumlah 1000 orang, yang terdiri dari:
1.    Pengurus DDI
2.    Pengurus dan Anggota IAPDIKA
3.    Pemerintah Daerah Sulsel
4.    Alim Ulama/Majelis Ulama
5.    Tokoh nasional/Tokoh masyarakat/Simpatisan DDI


PEMBICARA
1.    Dr KH. M.A. RUSDY AMBO DALLE
-       Putra A.G. KH Abd Rahman Ambo Dalle (Pendiri DDI)
2.    Prof. Dr. KH. ANDI SYAMSUL BAHRI GALIGO, MA.
-       Guru Besar UIS Malaysia dan Brunai Darussalam
-       Dosen Fak. Sastra UNHAS Makassar
4.    Dr. SUJATMIKO, MA.
-       Duta Besar LB&BP-RI untuk Republik Sudan
5.    Dr. AMRIS FUAD HASAN
-       Pengamat Budaya dan Politik TimTeng
6.    DR. IVAN A. HADAR, Dipl.-Ing
-       Unesco / Pakar Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik
7.    D. ZAWAWI IMRON
-       Budayawan Nasional
8. Mr. ROBERT KINGHAM
Pengamat Pesantren/ Direktur AusAID

TINDAK LANJUT
·    Mndirikan Pesantren berbasis bisnis kerakyatan dan pariwisata di atas lahan 10 Ha tanah di Mamuju, Sul-Bar
·         Membina Pesanteren Dar al-Ijabah di Batulicin, Kalimantan Selatan
·    Mendirikan Ma’had Aly (STAI) Ambo Dalle untuk studi Syariat Islam & Ilmu-ilmu al-Quran di Maros, Sul-Sel
·         Mendirikan Universitas Ambo Dalle di Mamuju, Sul-Bar
·         Mendirikan Universitas Ambo Dalle di Kalimantan Timur
·         Mendirikan Ambo Dalle Center dan Perputakaan Modern di Jakarta.

ACARA (TENTATIVE)
Susuna/rangkaian  Acara.
@  Pembukaan
@  Deklarasi IAPDIKA
@  Dialog Nasional sesi I
@  Dialog Nasional sesi II
@  Penutup

ANGGARAN BIAYA
Biaya yang kami perlukan/butuhkan dalam mensukseskan acara dialog nasional dan deklarasi IAPDIKA ini sebagai berikut:

NO
URAIAN
TOTAL
KETERANGAN
1
GEDUNG
8.000.000
GRAHA PENA MAKASSAR
2
KONSUMSI
35.000.000
MAKAN & COFFEE BREAK
3
HOTEL
50.000.000
KAMAR NGINAP PEMBICARA & PESERTA
4
TRANSPORTASI
4.000.000
HOTEL KE TEMPAT ACARA
5
PUBLIKASI
20.000.000
MEDIA ELOKTRONIK & MEDIA CETAK
6
PEMBUATAN SOUVENIR
34.500.000
CENDRAMATA & TAS PESERTA
7
SERAGAM PANITIA
3.750.000
PANITIA PELAKSANA
8
UNDANGAN
5.600.000
PESERTA DEKLARASI / DIALOG NASIONAL
9
FORMULIR
700.000
PESERTA DEKLARASI / DIALOG NASIONAL
10
PEMATERI
30.000.000
HONOR DAN BIAYA TRANSPORT
11
JAS DEKLARASI PENGURUS
12.500.000
PENGURUS IAPDIKA
12
SOUND SYSTEM & PHOTO
4.000.000
PERLENGKAPAN ACARA
13
KESEKRETARIATAN
25.000.000
OPERASIONAL PANITIA & ACARA
TOTAL
                 233.050.000


SUMBER DANA
Sumber dana berasal dari :
1) Infaq dan Shadaqah Umat Islam.
2) Sumber lain yang halal dan tidak mengikat
3) Sponsor dari relasi IAPDIKA


PENUTUP
Demikian proposal persiapan acara dialog nasional DDI dan deklarasi IAPDIKA ini disampaikan dengan harapan semoga terwujudnya dialog dan deklarasi ini dapat menjadi media dan wacana untuk menyongsong purnama DDI yang kita cita-citakan bersama. Peran dan partisipasi dari semua pihak sangat diharapkan agar rencana dan pelaksanaan acara dialog dan deklarasi berjalan lancar. Akhirnya, semoga amal ibadah kita dapat diterima Allah SWT. Allah SWT berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)
Artinya: ”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa  engan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS: 002: 261). 
   
Jakarta, 10 April 2013

Panitia Penyelenggara
IKATAN ALUMNI PONDOK PESANTREN DDI KABALLANGANG
(IAPDIKA)
KH. Muh Yahya Ahmad, Lc.                                                       H. Ridwan Hilal, S.Sg, MM.
Ketua IAPDIKA                                                                                Ketua Panitia
Mengetahui



Dr. KH. M.A. Rusdy Ambo Dalle
Pembina

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA