Wednesday, April 24, 2013

SECERCAH HARAPAN DARI SAMARINDA



Renungan Jum’at (26/4/’13)
DOA IAPDIKA

Oleh: Dr. H.M. Suaib Tahir

Suatu ketika Rasulullah Saw berkumpul bersama sahabat-sahabatnya membicarakan tentang perkembangan dakwah Islam di Mekkah serta masalah-masalah yang dihadapinya. Diantara sahabat mengatakan bahwa kendala utama yang dihadapi karena masih banyaknya pemuka-pemuka masyarakat di kota Mekkah yang belum bergabung bersama Rasulullah antara lain Omer Bin Khattab dan Amr Bin Hisyam. Kedua tokoh ini memiliki pengaruh kuat di masyarakat kota Mekkah. Rasulullah Saw lalu bermohon kepada Allah SWT dengan doanya yang masyhur:

اللهم أيد الإسلام بأحد العمرين (عمر بن الخطاب وعمرو بن الهشام)
Artinya:  Ya Allah Agungkanlah agamaMu ini dengan masuknya Islam salah satu di antara dua Umar, (Umar Bin Khattab dan Amr Bin Hisyam/Abu Jahal).

Rasulullah Saw selama berdakwah di Mekkah sering kali memberikan nama-nama agung bagi musuh-musuhnya yang pemberani seperti Khalid Bin Walid dimana Rasulullah mengistilahkan dia sebagai Singa Quraisy dan setelah memeluk Islam diberikan nama Saeful Islam (Pedang Allah yang terhunus). Dalam perkembangannya sejumlah pemberani-pemberani Mekkah seperti Umar Bin Khattab dan Walid Bin Walid memeluk Islam atas kekagumannya terhadap Nabi Muhammad Saw yang tidak pernah menganggap musuhnya sebagai lawan bahkan senantiasa mendoakan agar diberikan hidayah dan petunjuk.

Hari ini dan besok, para tokoh DDI yang berasal dari ruh DDI kini berkumpul di kota Samarinda membicarakan nasib DDI yang sedang terpuruk. Siapapun yang pernah menyaksikan kebangkitan dan kemajuan DDI dengan membandingkan sekarang ini sudah pasti sangat prihatin termasuk mereka yang tidak pernah mengecam pendidikan di DDI. Para tokoh DDI dimaksud sudah barang tentu membicarakan dan membahas apa yang terbaik dilakukan ke depan untuk organisasi massa yang terbesar ketiga di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah.

Karena itu, apa yang diharapkan dari pertemuan ini adalah sebuah inspirasi baru bagi semua anggota IAPDIKA dan warga DDI akan lahirnya sebuah transformasi baru yang lunak dan terorganisir menuju perbaikan dan reformasi DDI sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan sahabatnya, karena kita harus selalu meyakini bahwa “Al Haqqu Bila Nidham yaglibuhul Batil Binnidhan” (kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik akan dikalahkan dengan kebathilan yang dikelola oleh organisasi dengan rapih).

Tentu kami semua mengharapkan agar para tokoh-tokoh DDI yang saat ini sedang berkumpul nantinya akan memberikan yang terbaik bagi kami semua untuk melangkah ke depan dan mengharapkan agar mereka menjadi pengayom di organisasi massa ini yang berbasiskan pendidikan, dakwah dan sosial karena merekalah memang yang memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi seperti DDI secara baik dan profesionalisme saat ini, dan akan menjadikan organisasi ini betul-betul sesuai dengan prinsip-prinsipnya.

Oleh karena itu, mudah-mudahan hari ini dan besok kita akan menemukan satu kesepakatan mengenai bentuk perjuangan yang hakiki dan langkah-langkah ke depan untuk meraih sebuah kemenangan yang cemerlang demi agama bangsa dan negara sambil berdoa semoga alumni-alumni DDI yang belum sepenuhnya mendukung perjuangan ini menyadari dan bergabung bersama teman-teman yang saat ini sedang berkumpul di Samarinda. AMIN!

Salam hormat dari Sudan.



No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA