Monday, April 22, 2013

IAPDIKA ADALAH SATU-SATUNYA ALTERNATIF MEMBAWA PURNAMA DDI:



Silaturrahim Akbar DDI di Kaltim Usaha Menghidupkan Kembali Syi’ar DDI Yang Telah Pudar
Oleh: Dr H.M. Suaib Tahir
Para Guru Kami yang akan berkumpul di Samarinda, Insya Allah, satu minggu lagi, silaturrahim warga DDI akan diselenggarakan di Samarinda, Kaltim. Menurut informasi bahwa acara ini akan dihadiri oleh para tokoh dan ulama-ulama besar DDI, antara lain: Prof. AGH. Faried Wajedi, MA;  Dr. AGH. M.A. Rusdy Ambo Dalle; Prof. Dr. Abdul AGH. Abdur Rahim Arsyad, MA; Prof. Dr. AGH. Andi Syamsul Bahri Galigo, MA; Drs. AGH. Lukmanul Hakim, Lc; Prof. Dr. AGH. Mappangganro; Drs. AGH. Abbas Remmang, Lc; dan para kader IAPDIKA serta sejumlah tokoh DDI lainnya yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu.

Pertemuan ini tentu cukup besar karena merupakan pertemuan kedua pasca reuni di Kaballangang, Desember 2012 yang tidak terbatas pada alumni kaballangang saja tapi bagi semua warga DDI. Sebagai seorang warga DDI, tentu saya bangga dan harus menyampaikan penghargaan dan appresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar DDI di Kaltim dan kepada semua yang telah dan akan terlibat dalam pelaksanaan acara silaturrahim ini.

Gagasan untuk menghimpun semua tokoh dan ulama DDI dalam sebuah acara silaturrahim merupakan pemikiran cerdas dan spektakuler dalam dua decade sejarah DDI di era modern ini. Oleh karena itu, saya berharap agar pertemuan ini bukan saja sekedar ceremonial biasa. Akan tetapi akan memberikan pencerahan baru bagi semua kader-kader DDI khususnya IAPDIKA akan pentingnya menghidupkan kembali peran aktif DDI dalam pembangunan pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan di seantoro negeri ini.

Untuk itu, ada beberapa hal yang menurut hemat kami perlu menjadi bahan diskusi selama acara silaturrahim dimaksud yaitu sebagai berikut:
  • Pentingnya menghidupkan kembali spirit dan nilai-nilai murni Gurutta Ambo Dalle
Dedikasi dan keikhlasan Gurutta dalam memimpin DDI sudah tidak disangsikan lagi oleh setiap orang karena itu Gurutta mampu membawa bahtera DDI ke tujuannya. Sayangnya sepeninggal Gurutta tidak satupun yang tampil dan berusaha menjadi pewaris Gurutta dalam segala hal. Karena itu, kepemimpinan DDI perlu segera dirombak dan harus memilih orang-orang yang memang dianggap memiliki kapasitas untuk itu, apakah dia dari putra biologis atau putra ideologis yang diharapkan dapat menghidupkan kembali spirit dan nilai-nilai murni Gurutta dalam memimpin DDI.
  • Mengoptimalkan kembali triologi DDI
Selama dua decade terakhir, DDI sebagai sebuah organisasi yang bergerak di dunia pendidikan, dakwah dan sosial, dapat dikatakan hilang dari peredaran akibat munculnya berbagai organisasi dakwah di tanah air yang tumbuh berkembang dalam masyarakat. Bahkan tidak sedikit warga DDI yang tenggelam dalam arus pemikiran yang berbeda dengan sistim pemikiran ke-Islaman yang telah dibangun oleh Gurutta. Ironisnya karena para tokoh-tokoh DDI tidak menyadari fenomena dimaksud dan jsutru mereka asyik dalam singgasananya tanpa membuat suatu program atau terobosan-terobosan untuk membendung hal tersebut. Akibatnya , Islam sebagai sebuah agama kini dijual oleh kelompok tertentu yang memang sudah tidak senang dengan kemajuan pendidikan Islam.
  • Memotivasi kader DDI untuk konsisten pada triologi DDI
Suatu hal yang harus di sadari para tokoh dan ulama DDI saat ini bahwa IAPDIKA adalah satu-satunya pergerakan yang diharapkan dapat membangun DDI ke arah yang lebih baik sesuai dengan triologi DDI mengingat kapasitas dan ketulusan serta kekompakan kelompok ini untuk membangu sebuah sistem yang baru dalam tubuh DDI cukup handal. Karena itu, para tokoh dan ulama harus menyadari bahwa IAPDIKA adalah sebuah asset yang diharapkan dapat memajukan DDI ke depan bukan saja di level nasional tetapi juga di level internasional. Karena itu, motivasi yang berkelanjutan dari para tokoh dan ulama sangat dibutuhkan oleh IAPDIKA.
  • Memanfaatkan ivestasi gurutta yang tenggelam
Terdapat investasi Gurutta yang selama ini tidak dimanfaatkan bahkan sengaja dibuang dan ditelantarkan oleh Pengurus-Pengurus DDI. Investasi ini bukanlah investasi materi akan tetapi investasi SDM yang jauh sebelumnya telah disiapkan Gurutta untuk memimpin DDI dimasa yang akan datang. Namun sayangnya ketika SDM ini berada di DDI justru tokoh-tookoh DDI menempatkan mereka pada posisi yang sama sekali tidak layak bagi mereka bahkan terkesan sebagai penghinaan/pembuangan. Bayangkan seorang Master of Art (MA) Lulusan Syariah Cairo hanya di jadikan sebagai kepala sekolah Tsanawiyah padahal kita bisa bayangkan bagaimana posisi S2 pada sekitar tahun 80-an. Lain lagi di Pare-Pare seorang Phd yang ditunjuk Gurutta untuk memimpin suatu fakultas justru diberhentikan kemudian dijadikan sebagai Dosen biasa dan sejumlah fakta lainnya tentang investasi SDM Gurutta yang sengaja ditenggelamkan oleh oknum-oknum tertentu di dalam DDI. Masalah ini perlu menjadi perhatian pada tokoh dan ulama DDI dan membahasnya bagaimana kembali memanfaatkan seluruh potensi yang ada ini.

Selain dari keempat hal di atas, saya yakin masih terdapat berbagai masalah yang perlu dibahas bersama oleh tokoh-tokoh dan ulama DDI dalam rangka memajukan DDI ke depan dan membersihkan DDI dan oknum-oknum yang dianggap merusaka tatanan sebuah organisasi Islam yang berbasiskan dakwah, pendidikan dan sosial. 

Selamat bersilaturrahim dan semoga sukses.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA