Sunday, April 21, 2013

PEREBUTAN KEKUASAAN MA DAN PB MERONRONG WIBAWA ORMAS TERBESAR ISLAM (DDI) DI TANAH BUGIS:



Oh PB dan MA Apa Gerangan Yang Terjadi Antara di Kau Sayang…..


Saya terpanggil untuk mengutarakan kepada semua teman-temanku yang tercinta di komunitas ini untuk menyampaikan sesuatu yang sangat menakjubkan karena kalau saya simpang terus dalam lubuk hati saya bisa saja menjadi penyakit makanya lebih baik saya utarakan supaya semua orang mengerti dan mampu menyikapi apa yang harus dilakukan semuanya.

Saudara-saudariku yang tercinta

Akhir-akhir ini aku sering ditelpon dan diberitahukan oleh orang-orang yang pantas dipercaya dan didengar omongannya karena mereka adalah figur-figur kita di IAPDIKA yang kita harapkan nanti menjadi penerus dan pelanjut cita-cita IAPDIKA, mereka adalah para guru-guru besar kita semuanya yang sering kali ditelpon oleh si orang tua di DDI Muiz Kabry yang menjabat sebagai MA yang “luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP)” DDI.

Selain para guru-guru kita ini yang jujur dan baik sehingga menceritakan kepada saya semuanya apa yang disampaikan oleh penelpon besar itu juga ada penelpon gelap yang tidak menyebutkan namannya. Menurut mereka bahwa Muiz sering kali menghubunginya dan menyampaikan supaya berhati-hati terhadap IAPDIKA yang ingin melakukan perubahan di DDI dan mengusung salah satu putra Gurutta Ambo Dalle untuk memimpin DDI. Selain itu disampaikan bahwa Pa Muiz tidak pernah berhenti menghubungi seluruh pemuka-pemuka DDI seluruh tanah air agar tidak memberikan peluang kepada IAPDIKA untuk berkreasi karena gerakan ini ingin menumbangkan organisasi DDI yang dipimpin oleh Muiz.

Kata Pa Muiz IAPDIKA berkampanye ke sana kemari untuk meyakinkan seluruh warga bahwa MA sudah tidak layak memimpin DDI. Yang paling mengejutkan bagi saya karena MA menekankan kepada para guru-guru kita ini bahwa PB sekarang ini yang dijabat oleh H. Yunus Shamad LC sudah mati suri dan sudah tidak ada lagi kegiatannya sehingga seluruh kegiatannya diambil alih oleh MA . PB sudah tidak aktif dan sudah tidak pernah lagi berkunjung ke cabang-cabang karena terlalu banyak kesibukannya sehingga DDI ditelantarkan makanya Muiz ambil alih karena PB sudah tidak bisa lagi diharapkan.

Sebagai seorang primitive saya menyimpulkan bahwa MA mulai menyudutkan PB dan menuduh PB tidak memiliki kegiatan bahkan dianggap mati suri. Saya yakin pernyataan MA ini adalah untuk menggeser PB sekarang dan mengalihkan seluruh kepengurusan DDI ke MA sehingga seluruh kebijakan ada sama MA karena menganggap PB telah gagal memimpin DDI makanya harus ditendang sekarang ini.

Saya menilai pernyataan ini cukup bagus dan perlu ditanggapi oleh PB sehingga kita anggota IAPDIKA dapat menyaksikan perkelahian antara MA dan PB. Menurut cerita dari para tokoh kita bahwa PB ketakukan sekarang ini sama MA dan bahkan lebih takut ke MA dibanding ke Gurutta Ambo Dalle. Bahkan kelihatan PB siap durhaka kepada Gurutta Ambo Dalle yang penting tidak durhaka sama MA…. Masyaallah luar biasa PB kita ini dan kayaknya dua pemimpin kita ini di DDI MA dan PB sudah harus berkelahi atau masuk Pengadilan seperti halnya yang terjadi antara Pa Muiz dengan Pa Tahir Syarkawi beberapa tahun lalu. Ayoo teman- teman kita tunggu perseteruan antara PB dan MA.

Tapi maaf MA dan PB, IAPDIKA tidak akan terlibat dalam perkelahian kalian karena kalian bukan bagian dari IAPDIKA dan IAPDIKA bukan bagian dari MA dan PB. Sadarilah bahwa jika IAPDIKA membangun kekuatan untuk mengusung putra Gurutta memimpin DDI atau sosok lain yang kami anggap layak memimpin di DDI adalah hak progratif kami, jadi kami jangan dituduh yang macam-macam.

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA