Sunday, February 10, 2013

MENYAPA KASIH YANG HILANG:



Puisi Sang Dalang dalam Kisahnya

Kekelaman mulai memeluk Malam
Seakan tangguh menyembunyikannya dari dinginnya Angin yang berhembus
Bintang-bintang muncul dengan wajah cemberut
Protes menanyakan kealfaan kisah yang sering mereka dengar

Sang Dalang telah mati
Jiwanya mengering tak mampu lagi tuk berkisah
Tokoh-tokoh itu tak lagi berarti
Tinggal jejak wujud dari potongan kayu dan sobekan kulit binatang

Hanya sunyi yang terdengar Riang
Menari dan bernyanyi dengan nada kepiluan
Liriknya mengisahkan tentang cinta yang nestapa
Seakan mengejek sang Dalang yang tengah terpuruk oleh Cinta yang Hampa

Kemana arah 'kan mengantar asa?
Ketika angin pun enggang berbisik
Membenci sunyi yang kian berisik
Menggoyahkan Tonggak rindu yang menusuk Kalbu

Tak ada titisan...
Bahkan cahayapun enggan menyapa
Tersilaukan dalam kegelapan
Terabaikan dalam ramainya sapaan
Hening dalam kebisingan
Sang Dalang menyapa kekasih yang Hilang

Menari seperti Mati...
Benyanyi seperti Mati...
Sang Dalang Pasrah menuggu Mati...

*Puisi "Sang Dalang dalam Kisahnya"
Puisi sebelumnya:
Artikel berhubungan:

Mengejar Berkahnya Gurutta Ke Tanah Bugis
 
 

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA