Wednesday, February 6, 2013

LETUPAN SEORANG SANTRI YANG BERONTAK:

Menitipkan Secerca Harapan Kepada IAPDIKA
Teringat pada tahun lalu ketika saya menjadi panitia sskaligus sebagai peserta Diklat Kader Dasar (DKD) AKBAR IMDI yang saat itu bekrja sama dengan PC IMDI Makassar dan PC IMDI Parepare di PONTREN DDI AL-BADAR Bilalange. Pada waktu itu kami menerima materi tentang sejarah DDI yang disampaikan langsung oleh Bpk. Prof. Dr.K.H. Muiz Kabry.

Setelah sampai pada season pertanyaan saya-pun sempat bertanya mengenai DDI itu sendiri baik dart perjuangan ataupun pengabdian Anregurutta Ambo Dalle dan seterusnya, dan di akhir pertanyaan saya tadi adalah tentang keadaan DDI Kaballangang yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan sekali seperti tak terurusi atau sudah tak terhiraukan lagi.

Kenapa saya katakan demikian karen pada waktu itu saya sangat merasakan bersama teman-teman seperjuangan, terutama pada waktu pengajian kitab tamrinul khithabah, upacara dan apel pagi dan lain-lain. Saya sangat sedih karena pernah suatu saat, bahkan sering pembina tidak ada yang datang, kalau ada yang terpaksa datang ke acara itupun selalu telat sampai sesuai dijadwalkan.

Pada kesempatan seperti itu maka tak jarang saya sendiri bertindak sebagai pembina tamrinul khithabah, apel pagi, upacara bendera dan sejenisnya, sebagai kapasitas saya selaku ketua OSIS yang laiknya hanya bisa menjadi pmimpin upacara atau sebagai peserta biasa saja.

Namun, seperti kata pepatah “pucuk tak kunjung tiba akar-pun jadi”, mau bilang apalagi kalau sudah tidak ada yang lain, maka ibalusi anra-e dan saya-lah biasanya menggantikan. Saya betul-betul sangat sedih sampai meneteskan air mata pada waktu itu.

Lain lagi pada waktu DDI Kaballangang berada dibawah rezim K.H.M. Thahir Syarkawi beserta antek-anteknya, sungguh sangat menyedihkan dan memprihatinkan lagi, sampai saya katakan kepada Bpk Prof Muiz dengan nada suara yang agak miris, mana semua wujud kepedulian dan pengabdian kita terhadap DDI, kenapa pesantren yang kita cintai dan banggakan itu sepertinya dibiarkan begitu saja tak terhiraukan sama sekali.

Lantas Beliau bilang kepada saya: Kamu kuliah di STAIN Parepare kan? Nah, tanyakan saja itu kepada ketua STAIN yang kamu tempati kuliah sekarang (Bpk Prof. Dr. K.H. Abd Rahim Arsyad., MA), bilang kenapa bukan dia yang langsung turun tangan untuk memimpin pesantren DDI Kaballangang?

Ini amanah buat kamu dan harus kamu sampaikan kepada Bapak Dr. Rahim, karena suatu saat nanti saya ketemu Beliau saya akan tanya kembali apakah ada mahasiswa kamu pernah bertanya tentang Kaballangang, sahutnya Bpk Prof Muiz. Dan pada waktu itu saya berjanji akan mnyampaikan amanah Bpk Prof Muiz kepada Bpk Prof Rahim,.

Beberapa hari kemudian saya sengaja datang kekediama Bapak Prof Rahim dan menyampaikan amanah Bpk Prof Muiz tersebut. Dan apa kata Prof Rahim, Beliau hanya menjawab singkat mengatakan: “Bisa, yang penting diberikan kepercayaan sepenuhnya kepada saya”.

Kalau saya tidak salah tangkap dari pembicaraan Bpk Prof Rahim mungkin maksud Beliau adalah agar diberikan keprcayaan sepenuhnya untuk mengelola pesantren DDI kaballangang tanpa ada campur tangan oleh pihak lain, atau entah apalah maksudnya saya sendiri kurang mengerti juga,.??? Sampai saya mau tanya kembali kpd Bpk Prof Muiz tapi saya tidak punya kesmpatan untuk itu, akhirnya saya hanya bisa sampaikan kepada Pak Abdul Jalil.,SE, salah satu putra Bpk Prof Muiz. Disitulah saya berdiskusi dan share sama beliau. Dan lagi pula saya pikir amanah yang diberikan Bpk Prof Muiz kepada saya sudah dilaksanakan, Alhamdulillah.

Dan sekarang tidak tau lagi bagaimana??? Semoga saja melalui IAPDIKA ini kita bisa buktikan wujud kepedulian dan pengabdian kita terhadap DDI khususnya Pesantren DDI Kaballangang. Yang Alhamdulillah kenyataannya sekarang sudah dimulai dan dibuktikan oleh kakanda semuanya. Walau bagaimanapun juga kita tetap harus berterima kasih kepada orang-orang yang telah memperjuangkan DDI, terlepas dari adanya kepentingan-kepentingan lain atau terjadi komplik, kalau itu memang ada biarkan-lah Allah yang akan menilainya,.!

IAPDIKA tetep harus berjuang menuju Reformasi dengan penuh ikhlas, tanpa pamrih dan mengabdi terhadap DDI khususnya Pesantren DDI Kabalangang yang tiada akhir. Insya Allah. Amien,.,.!

3 comments:

Unknown said...

Salut membaca tulisanmu ya akhy tingkatkan.

Unknown said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

Syukran kanda Tulisanku sudah diberdayakan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Facebook Badge

MyBukukuningLink

Bertukar link?



Copy kode di bawah masukan di blog anda, MyBukukuning akan segera linkback kembali. TRIMS!

Super-Bee

Popular Posts

BOOK FAIR ONLINE

Book Fair Online

Blog Archive

PENGOBATAN LANGSUNG DENGAN HERBAL ALAMI:

BURSA BUKU IAPDIKA: "KASIH SANG MERPATI" (Rp 25.000)

animated gifs
Info | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA

IAPDIKA GALERI:

animated gifs
Info: | KLIK: DI SINI | By IAPDIKA